Kapolri Terbitkan SE, Tersangka UU ITE yang Sudah Minta Maaf Tidak Ditahan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Humas Polri)
Nasional

Kapolri Terbitkan SE, Tersangka UU ITE yang Sudah Minta Maaf Tidak Ditahan

Selasa, 23 Feb 2021 | 11:05 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat perintah terkait dengan penanganan kasus UU ITE. Polri kini mengedepankan pola restorative justice atau jalan damai, kecuali yang memecah belah bangsa.

Dalam edaran tersebut, Kapolri mengimbau penyidik agar menentukan sebaik mungkin kategori atau jenis laporan yang dimaksud, seperti  kritik, masukan, hoaks, atau pencemaran nama baik. Kemudian, jika masuk ke dalam  kategori pencemaran nama baik, fitnah, dan penghinaan, Sigit meminta penyidik mengedepankan jalur damai.

"Sejak penerimaan laporan, agar penyidik berkomunikasi dengan para pihak terutama korban (tidak diwakilkan) dan memfasilitasi serta memberi ruang seluas-luasnya kepada para pihak yang bersengketa untuk melaksanakan mediasi," tulis Sigit dalam SE itu, Senin (22/2).

Di sisi lain, korban juga dapat memilih akan melanjutkan kasusnya atau tidak. Jika korban ingin meneruskan prosesnya, maka tersangka tidak akan ditahan.

Selain itu, korban bisa memilih akan meneruskan kasusnya atau tidak. Bila korban tetap ingin melanjutkan kasusnya, tersangka tak perlu ditahan.

"Korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap sengketa tidak dilakukan penahanan dan sebelum berkas diajukan ke JPU agar diberikan ruang untuk mediasi kembali," lanjutnya.

Selain itu, surat edararan tersebut juga memisahkan kasus dalam UU ITE ke dalam 2 kategori. Pertama untuk diselesaikan dengan restorative justice, dan kedua dilanjutkan dengan penegakan hukum seperti biasa.

TAGS:
Listyo Sigit PrabowoKapolri

RELATED STORIES

Loading interface...