KBRI Keluarkan Jaminan untuk Pulangkan 168 WNI Calon Jemaah Haji via Filipina
Nasional

KBRI Keluarkan Jaminan untuk Pulangkan 168 WNI Calon Jemaah Haji via Filipina

Minggu, 4 Sep 2016 | 23:45 | kontributor

WinNetNews.com -Kedutaan Besar Indonesia di Filipina harus mengeluarkan 2 guarantee letter untuk memulangkan 168 WNI yang ditahan di Filipina karena paspor palsu. Kedua surat sebagai jaminan bahwa para WNI bersedia diperiksa bila diperlukan oleh pemerintah Filipina.

"Pak Dubes (Johny Lumintang) mengeluarkan guarantee letter yang memberikan garansi. Kemudian minta transfer of custody dan dipenuhi. Bahkan sebelum pulang ke sini, kita mengeluarkan lagi 1 guarantee letter yang kita sebut sebagai supplementary guarantee letter. Jadi 2 guarantee letter yang dikeluarkan KBRI untuk memungkinkan mereka pulang," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu M Iqbal usai serah-terima 168 WNI di ruang tunggu VIP terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (4/9/2016).

Fungsi dari Guarantee Letter itu adalah sebagai jaminan bila mereka dimintai keterangan di Filipina.

"Kita memastikan bahwa dia (177 WNI) akan memenuhi ketika dibutuhkan keterangan dari mereka, dan memastikan ketika mereka dibutuhkan untuk proses hukum di Filipina, mereka ada di sana," lanjutnya ketika ditanya apa guna dari guarantee letter.

Terkait 9 WNI yang masih ditahan di KBRI Filipina, Iqbal mengatakan, bahwa 9 WNI tersebut mewakili tiap daerah dari 177 WNI yang akan diterbangkan dari Filipina. Kesembilan WNI tersebut mewakili daerah Jawa Timur, Banten, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan DKI.

"Tiap daerah 1 (yang masih ditahan). Mereka ditahan untuk memastikan pemerintah Filipna mendapatkan informasi dari jaringan di tiap daerah," tutur Iqbal.

Terkait pengungkapan kasus paspor palsu, Kemenlu tidak akan ikut campur. Karena hal tersebut adalah kewenangan dari pemerintah Filipina. Namun, pihak Kemenlu memastikan akan tetap membantu pemerintah Filipina bila dibutuhkan.

"Itu kan urusan pemerintah Filipina, kita tidak akan ikut campur urusan itu (paspor palsu). Tapi dalam hal mereka butuh bantuan kita, kita akan bantu karena ini kepentingan kita semua untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Iqbal.

"Kita terus berkoordinasi. Kita sudah punya pengalaman yang ini, sekarang jadi kita akan upayakan untuk proses pencegahan yang lebih baik, dan semua informasi yang kita dapat dari korban, sudah kita sampaikan ke instansi-instansi terkait di sini (Indonesia)," tutupnya.

TAGS:
KBRIFilipinajemaah haji Indonesiajemaah haji WNI

RELATED STORIES

Loading interface...