Kekhawatiran SBY soal Kampanye Akbar Prabowo Jadi Kenyataan

Daniel
Daniel

Kekhawatiran SBY soal Kampanye Akbar Prabowo Jadi Kenyataan Foto: Republika/Reza Wahyu Pratama

Winnetnews.com - Kampanye Akbar Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Minggu (7/4) di Stadion Gelora Bung Karno menuai banyak komentar. Salah satu yang memberikan komentarnya adalah juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily.

Menurut Ace, konsep kampanye akbar Prabowo-Sandiaga eksklusif, kental politik identitas, dan tidak mencerminkan kampanye nasional. Hal itu menurut Ace membuktikan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat khawatir akan konsep kampanye Prabowo.

Konsep kampanye Prabowo menurut Ace bernuansa gerakan 212. Hal itu terlihat dari susunan acara kampanye yang dimulai dari salat subuh berjamaah, orasi politik yang dibungkus taushiah, sampai dengan seruan membaca fatwa MUI.

“Terlihat jelas kubu 02 ingin menonjolkan penggunaan politik identitas dengan memobilisasi sentimen pendukung,” kata Ace seperti dikutip dari Tempo. Ace melanjutkan: “Walaupun dibungkus dalam bahasa taushiah, orasi politiknya penuh dengan bahasa kebencian dan permusuhan dengan Pak Jokowi.”

Ace juga menyatakan orasi pada kampanye paslon nomor urut 02 tersebut “Membangun framing” bahwa kubu mereka kalah karena dicurangi. Selaras dengan yang dikatakan oleh SBY, Ace menilai konsep kampanye tersebut berisiko “Memecah belah bangsa ini.”

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memang sempat menyatakan ketidaksetujuannya dengan konsep kampanye akbar Prabowo Subianto. Menurut SBY apa yang dilakukan Prabowo di GBK “Tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.”

Lantas SBY saat itu meminta kepada Amir Syamsudin, Syarief Hasan, dan Hinca Pandjaitan untuk menasihati Prabowo soal kampanye akbar tersebut. SBY memerintahkan agar mencegah “Show off force identitas” yang berkaitan dengan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi paham dan polarisasi politik ekstrem.