Kelebihan Kapasitas, Napi Jadi Gay dan Lesbian di Penjara Bandung
News

Kelebihan Kapasitas, Napi Jadi Gay dan Lesbian di Penjara Bandung

Senin, 8 Jul 2019 | 16:08 | Aldina Putri Nst
Winnetnews.com - Kepala Kanwil Kemnkum HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak menemukan adanya gejala seks menyimpang pada awarga yang menhuni rutan. Hal tersebut terjadi karena dampak dari over kapasitas penjara.

Leberti mengatakan bahwa lapas-lapas yang alami kelebihan kapasitas telah dihuni sekitar 23,681 orang warga binaan. Sementara kapasitas hanya mampu menampung sekita 15,658 orang warga binaan saja.

"Lapas dan rutan sudah over kapasitas. Ibarat kata, kondisi itu membuat kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala badan ketemu badan. Dampaknya munculnya homoseksualitas (gay) dan lesbian,” ungkap Liberti, Bandung, Senin (8/7/19).

Ia berpendapat gejala tersebut timbul karena adanya kebutuhan biologis yang tidak terpenuhi. Terlebih lagi untuk warga binaan yang sudah berkeluarga.

“Setidaknya gejala itu dari dulu ada. Karena memang begini, bagaimana seseorang yang sudah berkeluarga, masuk ke dalam lapas, otomatis kan kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan,” ujarnya.

Untuk itu, Liberti mengatakan bahwa pihaknya akan mencari cara untuk mengatasi kelebihan kapasitas tersebut.

“Jadi ini tantangan ke depan, bahwa mana yang seharusnya masuk ke lapas, mana yang harus direhabilitasi. Supaya tidak menimbulkan over crowded seperti yang saya sebutkan tadi,” tambahnya.

TAGS:
lesbiangaylapasPenjararutanJawa Barat

RELATED STORIES

Loading interface...