Kelompok Houthi Serang Puluhan Pasukan Yaman yang Tengah Solat di Masjid
Ilustrasi. [Foto: BBC]
Internasional

Kelompok Houthi Serang Puluhan Pasukan Yaman yang Tengah Solat di Masjid

Senin, 20 Jan 2020 | 11:16 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sebanyak 80 pasukan Yaman dilaporkan tewas akibat serangan yang diduga dilakukan kelompok pemberontak Houthi di Provinsi Marib, Sabtu (19/1). Mereka diserang ketika sedang menunaikan salat di masjid.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (20/1), serangan itu dilakukan dengan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone). Menurut laporan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman, 130 serdadu luka-luka dalam kejadian tersebut.

Serangan tersebut menghantam masjid yang berada di tengah markas pasukan Yaman. Menurut Kementerian Pertahanan Yaman, serangan tersebut ditujukan untuk membalas dendam atas kematian seorang jenderal Iran, Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan roket oleh pesawat nirawak AS pada 3 Januari 2020. Akan tetapi, mereka tidak memberikan bukti tuduhan tersebut.

Iran dilaporkan mendukung kelompok pemberontak Houthi. Sedangkan Presiden Yaman, Abdu Rabu Mansur Hadi, yang saat lari ke Arab Saudi untuk meminta perlindungan.

Menurut Hadi, serangan tersebut menunjukkan pemberontak Houthi pengecut dan layak disebut teroris. Kemenhan Yaman mengklaim pasukan mereka akan tetap kuat untuk melawan ambisi Iran untuk menggoyang stabilitas Yaman dan kawasan Timur Tengah.

Hingga berita ini dibuat, pemberontak Houthi belum memberikan pernyataan pertanggungjawaban atas serangan tersebut.

Perang saudara di Yaman sudah memanas sejak beberapa tahun belakangan. Saudi mulai ikut campur sejak 2015, ketika Hadi terpaksa kabur setelah Houthi menduduki Istana Kepresidenan di Sanaa.

Konflik ini pun disebut-sebut sebagai perang pion antara Saudi dan Iran di Timur Tengah karena sejumlah pihak menuding Teheran menyokong pergerakan Houthi.

Di sisi lain, perang itu membuat puluhan ribu rakyat Yaman meninggal akibat perang, kelaparan dan terjangkit wabah kolera sampai hari ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah. [cnn]

TAGS:
houthiiranpasukan YamanDiserangrudal balistikdrone

RELATED STORIES

Loading interface...