Kelompok Ini Malah Menyuntikkan Virus HIV ke Dalam Tubuhnya
Sumber Foto : Vice Media
Viral

Kelompok Ini Malah Menyuntikkan Virus HIV ke Dalam Tubuhnya

Senin, 25 Feb 2019 | 11:44 | Oky

Winnetnews.com - HIV adalah sebuah virus mematikan yang hingga saat ini sudah menyebabkan banyak sekali kematian dari seluruh penjuru dunia. Ketika semua orang tidak ingin bersentuhan sama sekali dengan virus HIV ini, tapi ternyata ada segelintir orang yang justru sengaja menyuntikkan virus mematikan tersebut ke dalam tubuhnya sendiri. Mereka adalah Kelompok Los Frikis yang merupakan kelompok Punk yang berada di Kuba.

Waktu itu, pemerintahan Fidel Castro berusaha keras untuk mempertahankan ketertiban nasional dengan paksa. Salah satu manifestasinya, polisi menindak keras para gelandangan dan orang-orang yang dianggap berada di “luar” kelompok mereka. Kelompok Frikis ini lah yang menjadi salah satu target dari penertiban ini. Itu semua dilakukan karena mereka dianggap berbeda, melalaukan norma kehidupan di bawah sosialisme Kuba. Selain itu semua, mereka juga sangat sering sekali mendapatkan pelecehan, dipenjarakan bahkan juga dipaksa untuk melakukan kerja kasar.

Ketika kelompok Los Frikis ini ingin melakukan protes, timbullah ide untuk menginfeksi diri mereka dengan virus HIV yang mereka ambil dari teman mereka sendiri yang diketahui telah positif HIV.  Walaupun membingungkan, apa yang dilakukan oleh kelompok ini dirasa cukup mempunyai alasan yang kuat.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, Kuba relatif berjuang sendirian. Kondisi ini membuat negara yang terletak di Amerika Tengah itu mengalami krisis pangan yang secara fisik mengubah orang Kuba untuk selamanya. Nah, di waktu yang sama, wabah AIDS semakin memburuk.

Negara-negara di seluruh dunia pun segera mengendalikan penyebaran virus ini. Yang paling kontroversial adalah yang dilakukan Kuba. Orang-orang dewasa di negara itu yang terjangkit HIV dimasukkan ke sanatorium untuk dikarantina.

Nah, dalam kondisi inilah para Frikis melihat ada kesempatan untuk melarikan diri dari masyarakat yang diskriminatif, yang berusaha merampas kebebasan mereka.

“Ia tahu, dengan menginfesi diri, ia akan dikirim ke sanitarium,”ujar Niurka Fuentes, bercerita tentang suaminya, seorang Frikis bernama Papo La Bala alias Papo si Peluru, kepada Vice.

“Ia tahu akan bertemu orang seperti dirinya di sana, polisi akan meninggalkannya, dan ia bisa menjalani hidupnya dengan damai.”

Dari laporan yang didapat, diketahui Papo menginfeksi dirinya dengan HIVmenggunakan darah yang diperolehnya di sebuah konser. Ia menyebut bahwa dirinya melakukan hal tersebut karena mereka mengetahui bahwa pemerintah Kuba tidak akan membiarkannya menjalani hidup dengan caranya, cara punk-nya. Jadi ia akan melawan, bagaimanapun caranya. Lebih dari itu, ia sadar dengan konsekuensi yang akan ia tanggung di depannya.

Benar, daripada harus hidup di jalanan atau di tempat di mana mereka kerap dilecehkan dan dianiaya, para Frikis yang terinfeksi ini menemukan tempat di mana mereka dapat makan gratis, tempat tinggal, dan pengobatan.

Karena saking banyaknya Frikis yang dikirim ke sanitarium, tempat itu lantas menjadi surga punk.

image0

“Anda bisa mendengar rock’n roll dan heavy metal yang keluar dari setiap rumah (di sanitarium),” ujar Yoandra Cardoso, seorang Friki yang kini tinggal di area bekas sanitarium.

“Ketika sanitarium dibuka pertama kali, 100 persen isinya Friki … kami semua bersama,” tambahnya.

Masih menurut Vice, pada 1989, militer menyerahkan kendali sanitarium kepada Kementerian Kesehatan. Dan di bawah metodologi progresif, para pasien yang tinggal di sana diperbolehkan mendengar dan memainkan alat musik, berpakaian sesuai selera, dan bersosialisasi dengan orang lain baik di dalam maupun di luar sanitarium.

“Kami menciptakan dunia kami sendiri di sana,” tambah Fuentas.

Kini, hampir seluruh sanitarium sudah ditutup. Kalaupun ada, fungsinya lebih untuk rawat jalan alih-alih tempat karantina.

TAGS:
hivaidskubaPunkLos Frikis

RELATED STORIES

Loading interface...