Kemenkes Sebut Puncak Omicron di Indonesia Bisa Mencapai 70 Ribu Kasus Sehari

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 4 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Kemenkes Sebut Puncak Omicron di Indonesia Bisa Mencapai 70 Ribu Kasus Sehari
Ilustrasi (Foto: Antara)

Winnetnews.com -  Kemnterian Kesehatan (Kemenkes) buka suara mengenai puncak kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia yang diprediksi terjadi pada awal Februari.

Mengutip perkiraan para ahli, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan kasus harian di Indonesia bisa mencapai 50 ribu hingga 70 ribu kasus sehari.

"Puncak kasus sekitar minggu pertama atau minggu kedua Februari. Kalau kita lihat tidak akan sampai prediksi IHME di atas 300 ribu kasus," beber dr Nadia dikutip dari detikcom, Kamis (13/1).

"Harian perkiraan para ahli 50 ribu sampai 70 ribu kasus positif harian," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada awal Ferbruari. Luhut menyebut hal tersebut berkaca pada pengalaman lonjakan kasus yang terjadi di negara lain.

"Puncak kasus (di Negara lain) akan terjadi sekitar 40 hari pascapenemuan kasus Omicron. Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Selasa (11/1).

Ia menjelaskan, perkiraan tersebut merupakan pengingat bagi Indonesia, terlebih gelombang Covid-19 varian Omicron sudah terjadi di negara-negara lain. Oleh karena itu, lanjut Luhut, bukan tidak mungkin lonjakan kasus juga akan terjadi di Indonesia.

Meski begitu, Luhut meminta masyrakat tidak panik. Ia yakin Indonesia akan bisa melewati lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Menurutnya, Indonesia saat ini sudah lebih siap dibanding saat menghadapi gelombang varian Delta pada Juli 2021 lalu.

"Saya harapkan kita semua kompak, tidak perlu saling menyalahkan karena ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa memitigasi sehingga dalam keadaan terkendali atau dampak yang minimal," ujarnya.

 

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...