Kenali Gejala EVALI, Penyakit Misterius Bagi Pengguna Vape
Foto: bbc.com
Kesehatan

Kenali Gejala EVALI, Penyakit Misterius Bagi Pengguna Vape

Sabtu, 18 Jan 2020 | 12:40 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Sejak kemunculannya, rokok elektrik atau vape memang sudah menjadi kontroversi. Banyak orang yang mempertanyakan apakah menggunakan vape merupakan tindakan yang aman atau tidak.

Baru-baru ini, seorang remaja berusia 15 tahun asal Texas, Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami cedera paru-paru. Hal ini disebabkan oleh penggunaan rokok elektrik atau E-cigarette or Vaping Product Use Associated Lung Injury (EVALI).

Dikutip dari Yale Medicine, EVALI merupakan nama pemberian Centers for Diseases Control and Prevention (CDC). Nama ini diberikan untuk penyakit paru-paru berbahaya yang terkait dengan penggunaan rokok elektrik.

EVALI pertama kali terindentifikasi oleh CDC saat mereka menangani sebuah kasus pada Agustus 2019 lalu. Ketika itu, masalah kesehatan yang disebabkan oleh rokok elektrik sedang merebak luas.

Menurut dokter dan peneliti, EVALI diduga timbul karena adanya kandungan vitamin E asetat dan Tetrahidrocanabinol (THC) dalam vaping. Meski begitu, para peneliti masih belum bisa menyimpulkan apakah kedua kandungan tersebut yang memicu penyakit misterius bagi para pengguna vape.

Gejala yang biasa dialami oleh penderita EVALI, mirip dengan flu dan pnemoia. Di antaranya batuk, sesak napas, sakit dada, demam, mengigil, diare, mual dan muntah, detak jantung cepat, hingga pernapasan cepat dan dangkal.

Akan tetapi, seseorang bisa didiagnosa mengalami EVALI apabila dia sudah menggunakan vape selama 90 hari sebelum gejala pertama dirasakan. Selain itu, hasil X-ray dan CT Scan juga menunjukan adanya bintik-bintik yang kabur di paru-paru.

Karena hal inilah, maka para ahli menghimbau masyarakat untuk menghindari produk vape. Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti zat tunggal apa yang menyababkan EVALI.

Orang-orang yang merasakan gejala-gejalanya disarankan juga harus segera memeriksakan diri ke dokter.

TAGS:
EVALIvapeinfo kesehatanparu paru

RELATED STORIES

Loading interface...