Kenapa Jokowi Wajib Disalahkan Terkait Kasus Andi Arief? Ini Penjelasannya

Daniel
Daniel

Kenapa Jokowi Wajib Disalahkan Terkait Kasus Andi Arief? Ini Penjelasannya Foto: Tempo
Winnetnews.com - Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyalahkan Presiden Joko Widodo terkait penangkapan Andi Arief menuai kontroversi. Banyak yang mempertanyakan mengapa ia berani berkata demikian, namun Poyuono ternyata punya alasan soal itu.

Sebelumnya Poyuono menyatakan bahwa terciduknya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di sebuah hotel karena mengkonsumsi narkoba adalah karena kesalahan pemerintahan Jokowi. Ia menilai di pemerintahan Jokowi tidak ada pengawasan ketat soal peredaran barang terlarang tersebut.

“Kenapa Joko Widodo wajib kami salahkan dalam menyikapi penggunaan narkoba yang paling makin meningkat jumlahnya di Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo. Penyelundupan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia di era Joko Widodo diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar ketimbang keberhasilan aparat membongkar kasus seperti ini,” jelasnya kepada awak media, Selasa (5/3).

Poyuono merujuk pada data survei Badan Narkotika Nasional (BNN). Dirinya mengatakan keberhasilan aparat dalam mengungkap penyelundupan narkoba baru sekira 10 persen saja. Atas dasar itulah ia lantas menyalahkan pemerintahan Jokowi karena dinilai gagal memberantas peredaran narkoba.

“Dari survei BNN keberhasilan aparat mencegah penyelundupan baru sekitar 10 persen. Artinya 90 persen yang beredar dan dikonsumsi jutaan masyarakat Indonesia yang jadi korban narkoba. Nah, ini bentuk kegagalan Joko Widodo dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia,” tambahnya.