Kesalahan yang Bisa Terjadi Saat Diet Rendah Karbohidrat
ilustrasi
Kesehatan

Kesalahan yang Bisa Terjadi Saat Diet Rendah Karbohidrat

Senin, 15 Jun 2020 | 14:35 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Diet rendah karbohidrat adalah salah satu jenis diet yang paling ampuh menurunkan berat badan. Aturannya cukup sederhana, yakni dengan membatasi asupan karbohidrat dan lebih banyak mengonsumsi protein. 

Meski begitu, ternyata banyak pula yang gagal menjalani diet rendah karbohidrat akibat melakukan kesalahan umum.

Kesalahan umum dalam diet rendah karbohidrat

image0

Menghindari sesuatu yang jelas tinggi gula seperti kue, junk food, atau soda mungkin tidak begitu sulit. Namun, tahukah Anda banyaknya karbohidrat yang harus dikurangi? Atau, zat gizi apa saja yang perlu lebih banyak dikonsumsi selama menjalani diet ini?

Agar Anda bisa mendapatkan manfaat diet rendah karbohidrat secara optimal, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Mengonsumsi terlalu sedikit karbohidrat

Meski sedang mengikuti diet rendah karbohidrat, bukan berarti Anda tidak boleh makan karbohidrat sama sekali. Anda tetap perlu mengonsumsi sumber karbohidrat sambil menyeimbangkannya dengan asupan protein, lemak, dan zat gizi lainnya.

Makan terlalu sedikit karbohidrat bisa menyebabkan carb crash (atau sugar craving). Ini adalah kondisi saat tubuh amat kekurangan gula sehingga timbul rasa tidak nyaman, lapar, sakit kepala, serta gejala lainnya yang menandakan gula darah rendah.

Carb crash biasanya terjadi selama tiga hari pertama menjalani diet rendah karbohidrat. Jika Anda tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali, kondisi ini bisa membuat Anda semakin ingin makan sesuatu yang manis. Akibatnya, diet ini terasa lebih sulit.

2. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat

Tidak ada aturan ketat mengenai jumlah karbohidrat yang boleh dikonsumsi dalam diet rendah karbohidrat, tetapi ini pula yang membuat banyak orang melakukan kesalahan. Akhirnya, Anda malah tidak memperoleh hasil yang diharapkan.

Batas asupan karbohidrat dalam diet ini biasanya antara 100-150 gram per hari. Lebih rendah dari itu, maka tubuh Anda bisa mengalami ketosis. Ini adalah kondisi saat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama karena tidak memiliki cukup glukosa.

Anda dapat menghitung asupan karbohidrat harian dengan melihat informasi gizi pada kemasan makanan, atau mencari datanya di internet untuk makanan segar. Perhatikan jumlah karbohidrat total yang tertera, lalu kalikan dengan jumlah sajian per kemasan.

TAGS:
karbohidratdiet

RELATED STORIES

Loading interface...