Ketika Anak di Bawah Umur Jadi Kurir Narkoba
via takepart.com
Opinion

Ketika Anak di Bawah Umur Jadi Kurir Narkoba

Jumat, 27 Des 2019 | 14:57 | Ayu Sukmawati

Winnetnews.com - Berdasarkan data tahun 2017, ada 22 kasus anak yang dijadikan kurir narkoba. Ini merupakan fakta yang sungguh miris. Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.

Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. 

Anak kecil mudah diarahkan untuk melakukan apapun. Melihat peluang itu, banyak sekali oknum-oknum bandar narkoba yang memanfaatkan anak kecil sebagai kurir mereka, untuk menghindari kecurigaan dari pihak berwajib. Apa yang membuat oknum dewasa itu tega menyalahgunakan kepolosan anak-anak?

Alasannya tentu saja karena anak di bawah umur masih lemah dan belum mengerti apa-apa sehingga mudah sekali disuruh melakukan apa pun. Dari kasus ini, lalu timbul pertanyaan mengenai bagaimana sanksi atau hukuman bagi anak di bawah umur yang kedapatan menjadi kurir narkoba? 

Perlu diingat, perlindungan dan kepentingan yang terbaik bagi anak tetap diutamakan sebagaimana spirit yang diberikan dalam UU SPPA. Khusus tindak pidana yang dilakukan anak, ada yang dinamakan diversi, yaitu pengalihan penyelesaian perkara ‘anak’ dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. 

Pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri, wajib diupayakan diversi. Diversi itu hanya dilakukan dalam hal tindak pidana yang dilakukan:

  1. Diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun; dan
  2. Bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Ini untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sehingga dapat menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan diharapkan anak dapat kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar. 

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. 

Adapun upaya yang lebih konkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran/transaksi narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan terutama anak kecil. 

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. 

Sungguh malang jika anak di bawah umur sudah harus dijadikan sebagai kurir narkoba yang berakhir ditangkap dan diberikan hukuman, walaupun itu bukan kesalahan mereka terlebih lagi mereka masih di bawah umur yang sangat membutuhkan pengawasan lebih dari orang tua. 

Mari kita berantas kegiatan ini dengan cara melindungi anak kecil yang ada di sekitar kita terlebih lagi saudara-saudara kita dengan memberikan edukasi bahwa tidak semua hal yang diperintahkan orang dewasa itu harus dituruti.


---------------
Ayu Sukmawati adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com

 

TAGS:
narkobakuriranak di bawah umurhukumansanksi

RELATED STORIES

Loading interface...