Komentar Mahfud MD Ketika Ditanya Soal Spanduk Larangan Shalati Jenazah Pendukung Agama

Oky
Oky

Komentar Mahfud MD Ketika Ditanya Soal Spanduk Larangan Shalati Jenazah Pendukung Agama Sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Spanduk yang sangat bernuansa SARA yang dipasang di depan tiga masjid sejak akhir pekan lalu di Jakarta, masih terus jadi perbincangan yang hangat dan ramai di media sosial. Spanduk tersebut terkait dengan kampanye hitam pada Pilkada DKI Jakarta khususnya bagi pendukung pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Saiful Djarot.

Kalau KPU dan Panwaslu DKI Jakarta benar-benar menegakkan aturan, seharusnya pemasang spanduk ini ditertibkan, bahkan bisa diproses hukum. Spanduk ini sudah pasti bertujuan untuk kampanye hitam untuk tidak memilih pasangan Ahok-Djarot, terutama kaum Muslim, seolah-olah kaum Muslim yang mendukung pasangan ini berdosa besar, sehingga tak layak disalati jika meninggal.

Namun, apakah spanduk ini berpengaruh bagi umat Muslim dan semua umat Muslim tunduk pada kampanye hiam ini? Pakar hukum tata negara Prof Mahfud MD yang dikenal selalu memberikan pencerahan soal politik, hukum, dan juga agama, menentang spanduk ini.

Guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini dengan tegas menolak ajakan spanduk tersebut. Hal itu dismapaikan Mahfud lewat twitternya. Mahfud dengan akun @mohmahfudmd ini menyatakan tak mau tunduk ketika Netizen bernama Saiful Handi bertanya kepadanya seperti ini:

Hahahaha. Kalau saya tak mau tunduk pd larangan salat janazah dlm urusan pilkada. Tp kalau tak mensalati janazah koruptor sy agaknya setuju.

Seperti beredar di media sosial, Masjid Al-Jihad menjadi viral di media sosial setelah memasang spanduk berisi tulisan tidak mensalatkan jenazah pembela penista agama. Ternyata ada dua masjid lain yang memasang spanduk serupa.

Masjid Mubasysyirin, Jalan Karet Belakang Selatan 1, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2017), terpasang sebuah spanduk tentang tidak mensalatkan jenazah pembela penista agama. Bahkan di depan masjid terpasang pula spanduk yang bertulisan "Waspada Bahaya Komunis Dalam Segala Bentuk".

Selain di Masjid Mubasyirin, di lokasi yang tidak jauh dari sana juga terpasang spanduk yang sama, yaitu di depan Masjid Al-Ikhlas. Lokasi masjid ini berada di Jalan Karet Belakang IV, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dengan penegasan Mahfud MD bahwa tidak akan tunduk pada larangan dalam spanduk tersebut, maka diyakini kampanye hitam tersebut tidak akan berpengaruh terhadap para pendukung pasangan tertentu dalam Pilkada DKI Jakarta. Seperti disampaikan Mahfud dalam twitter sebelumnya, para pemilik pasangan Ahok-Djarot dalam pencoblosan putaran pertama, justru mayoritas umat Islam.