Konsumsi Gula Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Rusmanto
Rusmanto

Konsumsi Gula Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Kanker ilustrasi
Winnetnews.com - Selain makanan yang tinggi lemak atau memiliki rasa yang asin, kita juga cenderung suka mengonsumsi makanan manis. Sebagai contoh, kita suka mengonsumsi biskuit, kue, permen, roti, dan makanan-makanan manis lainnya sehingga sering menjadikannya camilan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut makanan-makanan manis ini sebagai makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Kaitan Makanan Manis dengan Kanker

Pakar kesehatan menyebut kanker adalah salah satu penyakit paling berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit kanker cenderung sulit diobati dan memiliki potensi mematikan yang sangat tinggi. Selain itu, dalam banyak kasus kanker tidak menunjukkan gejala-gejala awal yang jelas sehinga tidak dideteksi dengan cepat dan baru bisa didiagnosis saat kondisinya sudah cukup parah.

Ada banyak penyebab kanker. Sebagai contoh, paparan senyawa atau zat-zat bersifat karsinogen yang sayangnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, paparan radiasi, terjadinya peradangan dalam tubuh, virus, masalah obesitas, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat juga bisa menjadi pemicunya.

Lantas, apakah kebiasaan mengonsumsi makanan manis juga bisa menyebabkan datangnya kanker? Sayangnya, pakar kesehatan mengiyakannya. Jika kita terbiasa mengonsumsinya terlalu sering atau dalam jumlah yang berlebihan, risiko kanker bisa meningkat.

Pakar kesehatan Otto Warburg yang berasal dari Jerman pernah melakukan penelitian yang ditujukan untuk mengetahui kaitan antara kanker dengan kebiasaan mengonsumsi gula, kandungan yang membuat rasa makanan dan minuman menjadi lebih manis.

Hasilnya adalah, konsumsi gula yang berlebihan memang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Masalahnya adalah kebanyakan manusia terbiasa mengonsumsinya jauh lebih dari batas aman setiap hari, yakni sekitar 50 gram.