KontraS: Pemerintah Tutupi Kasus Pembunuhan Munir

Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono

KontraS: Pemerintah Tutupi Kasus Pembunuhan Munir Ketua KontraS Haris Azhar saat memberi keterang pers beberapa waktu lalu

WinNetNews.com - Pembunuh mantan aktivis dan pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sampai saat ini masih belum terungkap.Dengan adanya kenyataan tersbut, Ketua KontraS saat iniHaris Azhar menilai, pemerintah seolah menutupi kasus ini.

Kematian Munir sudah hampir berjalan 12 tahun sejak kematian Munir, kebenaran di balik kasus itu belum juga terungkap.

Untuk itu, KontraS mengugat pemerintah ke Komisi Informasi Publik (KIP). Setelah enam kali masa persidangan, hari ini merupakan putusan sidang sengketa di KIP.Putusan tersebut, menurut Haris, dapat menjadi pintu masuk mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk mengumumkan kepada publik laporan hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus Munir.

"Pemerintah enggak ya (untuk mengungkap), tidak ada tindakan apapun," kata HarisSenin (10/10).

Menurut Haris, publikasi hasil penyelidikan TPF sangat penting karena mampu membongkar kasus pembunuhan Munir.

TPF telah dibentuk pada 23 Desember 2004 dan dipimpin oleh Brigadir Jenderal Polisi (Purn) Marsudi Hanafi serta beranggotakan sejumlah aktivis. Setelah tim dibubarkan, hasil penyelidikannya diserahkan ke pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Juni 2005. Namun hingga kini, temuan itu tidak diungkap ke publik.