KPK Belum Simpulkan Imbalan yang Diterima Nur Alam Untuk Terbitkan Surat Izin
Nasional

KPK Belum Simpulkan Imbalan yang Diterima Nur Alam Untuk Terbitkan Surat Izin

Selasa, 23 Agt 2016 | 19:19 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengaku belum menyimpulkan imbalan yang diterima Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Imbalan ini terkait dengan penerbitan surat izin penambangan di kabupaten Buton dan Bombana, Sulteng.

"Untuk memperkaya diri sendiri itu sedang dihitung, tapi kami sudah dapat beberapa bukti transfer dan belum bisa mengeluarkan karena masih diakumulasi, tapi jumlahnya cukup signifikan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Laode menjelaskan, salah satu angka yang dipakai untuk menetapkan Nur Alam sebagai tersangka adalah laporan dari PPATK.

"Sedangkan khusus kerugian negara juga masih sedang dimintakan BPKP atau BPK untuk meminta perhitungan kerugian negara," jelas Laode.

Sementara dari sisi pemberi imbalan atau perusahaan, KPK juga masih menyelidikinya.

"Dari sisi pemberi sedang dilakukan penyelidikan yang intensif sedangkan statusnya belum bisa kita keluarkan sekarang," ungkap Laode.

Selain menetapkan Nur Alam sebagai tersangka, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Kendari dan Jakarta terkait perkara ini.

TAGS:
gubernurKPKkorupsinur alam

RELATED STORIES

Loading interface...