KPU Nilai Public Trust Masih Tinggi Jelang Pilkada 2020
Foto: Fajar
Politik

KPU Nilai Public Trust Masih Tinggi Jelang Pilkada 2020

Rabu, 19 Feb 2020 | 10:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Kepercayaan masyarakat atau public trust terhadap lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai masih tinggi, apalagi KPU tengah menjalani dua momen penting, yakni eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta penyelenggaraan Pilkada 2020.

Ketua KPU RI, Arief Budiman menegaskan, pihaknya merujuk pada sejumlah hasil survei perilah kepercayaan masyarakat yang masih tinggi tersebut. Arief menyebut, Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Wahyu Setiawan tak mempengaruhi hilangnya public trust.

"Tentu apa yang terjadi di KPU, kami tidak memungkiri mempengaruhi kepercayaan publik. Saya baca di beberapa media yang melakukan survei kepercayaan terhadap KPU, masih cukup tinggi. Kalau dulu selalu di atas 80 persen. Terakhir saya baca, itu menurun tapi masih di atas 70 persen," kata dia di Gedung KPU RI, Selasa (18/2020) seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Arief juga menekankan bahwa kasus yang menjerat Wahyu Setiawan tidak berdampak apa pun terhadap kesiapan KPU menyelenggarakan Pilkada 2020. Dia menegaskan bahwa kasus Wahyu tak berkaitan dengan KPU secara kelembagaan.

"Artinya kebijakan yang dibuat oleh KPU sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Tidak terpengaruh, tekanan, intervensi bahkan mungkin karena ada gratifikasi, itu tidak memberi pengaruh terhadap keputusan yang dibuat oleh KPU," terang dia.

Menjelang gelaran pilkada serentak yang bakal dihelat di 270 daerah, Arief mengaku sudah mengingatkan kepada KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota terkait integritas lembaga. Prinsip kolektif kolegial KPU dalam mengambil setiap keputusan juga harus diterapkan.

"Hanya pleno yang bisa membuat keputusan. Jadi kalau ada orang per orang itu urusan mereka. Tapi kebijakan, keputusan, harus lewat pleno," kata dia.

Diketahui, Wahyu Setiawan menjadi tersangka KPK terkait kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR fraksi PDIP periode 2019-2024. Dia diduga menerima uang dari eks caleg PDIP Harun Masiku yang kini juga sudah ditetapkan tersangka namun belum berhasil ditangkap oleh KPK.

TAGS:
KPUWahyu Setiawanpublic trustArief BudimanKPK

RELATED STORIES

Loading interface...