KPU Perketat Masa Kampanye Pilkada 2020

Khalied Malvino
Khalied Malvino

KPU Perketat Masa Kampanye Pilkada 2020 Ilustrasi bendera partai politik. [Foto: Politik Today]

Winnetnews.com - Ketatnya masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi fokus pembahasan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Upaya tersebut kini tengah dirumuskan dalam susunan peraturan KPU.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menyatakan masa kampanye diprediksi hanya berlangsung tiga bulan. Hal tesebut dikarenakan persepsi beberapa kalangan pada Pilpres 2019 dirasakan cukup lama karena berlangsung selama lebih dari tiga bulan masa kampanye.

"Mungkin tiga bulan, dibanding tujuh bulan kan perbedaannya luar biasa," kata Wahyu seperti dilansir Medcom.id, Kamis (19/9/2019).

Menurut dia, keinginan KPU didasari komunikasi bersama partai politik. Perwakilan partai meminta kampanye di Pilkada 2020 tak terlalu panjang. KPU menyepakati. Sejumlah pihak menilai banyak dampak negatif muncul karena kampanye yang panjang. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 contohnya, segregasi masyarakat muncul.

"Menyisakan ekses-ekses konflik horizontal yang tak produktif," tegas Wahyu.

Masa kampanye masih dibagi menjadi pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, dan kegiatan lain. Kampanye juga meliputi debat publik terbuka antarpasangan calon dan kampanye melalui media massa.

Perpendekan masa kampanye ini masukan dari Komisi II DPR. Legislator berpendapat masa kampanye yang terlalu lama dapat berdampak negatif bagi penyelenggaraan pilkada.

Sementara itu, Pilkada 2020 bakal digelar di 270 daerah. Pesta demokrasi berlangsung di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.