Lockdown Dicabut, Ribuan Turis Mudik dari Wuhan
Foto: Deutsche Welle
Internasional

Lockdown Dicabut, Ribuan Turis Mudik dari Wuhan

Rabu, 8 Apr 2020 | 12:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Ribuan turis berbondong-bondong menaiki kereta api meninggalkan Wuhan setelah pihak otoritas China mencabut lebih dari dua bulan untuk larangan perjalanan ke luar dari kota asal penyebaran virus corona yang kini berstatus pandemi.

Seperti ditulis Bisnis, kini jumlah korban meninggal dunia akibat wabah Covid-19 mencapai 81.000 orang dan kasus terkonfirmasi sebanyak 1,4 juta di secara global.

Larangan masuk dan keluar kota itu dicabut Selasa (7/4) malam waktu setempat dan banyak penumpang kereta api menyatakan kegembiraannya saat masuk Stasiun Wuchang, Wuhan. Mereka berlomba untuk dapat kesempatan pertama naik kereta api malam menuju ke luar Wuhan.

"Wuhan telah kehilangan banyak akibat wabah ini dan orang-orang Wuhan telah membayar mahal," kata seorang lelaki berusia 21 tahun bermarga Yao, yang sedang kembali ke pekerjaannya di restoran di Shanghai. 

"Sekarang lockdown telah dicabut, saya pikir kita semua cukup senang," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia, Rabu (8/4).

Pemerintah setempat mengatakan, sebanyak 55.000 orang diperkirakan akan ke luar pada Rabu (8/4) dengan kereta api dari Wuhan. Kota itu dikarantina sejak 23 Januari 2020.

"Saya terkunci selama 77 hari!" teriak seorang pria dari provinsi tetangganya, Hunan, yang berada di Wuhan sebelum kota itu ditutup.

Penguncian wilayah atau lockdown itu menjadikan Wuhan tempat pertama di dunia yang mengalami sejumlah langkah penahanan kejam yang sekarang terlihat di banyak negara. Sebagai catatan, Wuhan mencatat lebih dari 81.000 infeksi wabah ccorona dan lebih dari 3.300 kematian.

Sementara itu, sejumlah negara di seluruh dunia semakin mengadopsi langkah-langkah tegas, termasuk penguncian penuh, penutupan bandara selain memberlakukan pembatasan perjalanan dan sepenuhnya menutup perbatasan mereka, untuk menangkal virus corona baru seperti dikutip Aljazeera.

Selain Albania dan Aljazair, negara Angola di Afrika juga mengunci negaranya. Wisatawan harus mengunjungi situs web pemerintah untuk mendapatkan informasi terbaru dan perincian lebih lanjut.

TAGS:
Wuhanpandemivirus coronaCOVID-19lockdown

RELATED STORIES

Loading interface...