Mahasiswa Untan Bakar Foto Jokowi

Oky

Dipublikasikan 3 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Mahasiswa Untan Bakar Foto Jokowi
Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif (BEM) Universitas Tanjung Pura melakukan aksi protes menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Digulis Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (4/7) sore. Menurut mereka kebijakan tersebut menyengsarakan rakyat.

Secara bergiliran pendemo menyampaikan orasi. Mereka menilai kebijakan pemerintah tidak prorakyat. Selain berorasi, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta membagikan beberapa selebaran kepada masyarakat dan kepada pers yang hadir meliput aksi tersebut.

Mereka menuntut tujuh hal kepada pemerintah terkait dengan kebijakan menaikan harga BBM.

"Kami minta pemerintah memperbanyak kuota BBM bersubsidi dan menurunkan harga BBM nonsubsidi yang saat ini mengalami kenaikan," kata Korlap Aksi BEM Untan Pontianak, M Agustiar Akbar dalam orasinya, dikutip dari Rakyat Kalbar, Kamis (5/7).

Pemerintah harus meningkatkan produksi BBM dalam negeri untuk menekan impornya agar tidak terlalu besar. Selanjutnya pemerintah diminta untuk segera memulihkan daya beli masyarakat dengan cara menjaga harga dagang.

BEM Untan Pontianak juga mendesak pemerintah agar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemerintah juga diminta mengendalikan pasokan minyak agar dampak inflasi BBM tak semakin besar di masyarakat.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM nonsubsidi. Terakhir mereka mengecam tindakan pemerintah yang mengurangi distribusi BBM ke setiap SPBU.

Agustiar menyayangkan, kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang sudah berkali-kali menaikkan harga BBM.

"Hal tersebut membuat rakyat kecil tercekik, tertindas, dan angka kemiskinan semakin meluas di Indonesia," ujarnya.

Dia menilai dampak dari kebijakan pemerintah memiliki efek domino yang luar biasa pada perekonomian. Mulai dari harga sembako, transportasi, PLN, dan segala macam bahan kebutuhan dasar yang juga ikut naik.

Menurut dia, Petramax memang bukan BBM bersubsidi. Kendati demikian, BBM jenis ini juga menjadi pilihan masyarakat. Pasalnya, BBM bersubsidi yang diberikan pemerintah banyak tidak tepat sasaran.

"Bisa jadi BBM bersubsidi pemerintah tidak dinikmati masyarakat kecil, masyarakat kelas ataslah yang memiliki kendaraan pribadi menggunakan bahan yang bersubsidi," ungkapnya.

Aksi mereka kemudian ditutup dengan membakar ban dan gambar Presiden Joko Widodo sebagai bentuk kekecewaan mereka pada kebijakan pemerintah.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...