Malaysia Jaga Ketat Pantai yang Dimasuki Ratusan Pengungsi Rohingya
Sejumlah pengungsi Rohingya terombang-ambing di perairan Malaysia. (Foto: BBC)
Internasional

Malaysia Jaga Ketat Pantai yang Dimasuki Ratusan Pengungsi Rohingya

Jumat, 12 Jun 2020 | 15:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Sebuah kapal yang membawa ratusan pengungsi Rohingya diketahui memasuki dan mencoba merapat di Malaysia pekan ini.

Pemerintah Malaysia mengatakan, kapal tersebut berbalik arah setelah melihat kapal patroli yang berusaha menghentikan para imigran. Otoritas Malaysia berupaya menghentikan para imigran masuki karena khawatir penyebaran virus corona.

"Kapal itu diyakini telah melaut selama tiga hingga empat bulan dan mencoba beberapa kali memasuki perairan Malaysia sebelum berhenti pada Senin (8/6)," kata kepala penjaga pantai Malaysia, Zubil Mat Som seperti dilansir AFP.

Zubil mengatakan kapal itu terakhir terlihat di perairan Thailand, tidak jauh dari Malaysia. Kapal tersebut diperkirakan membawa sekitar 300 orang.

"Kehadiran kapal laut, kapal penjaga pantai dan kapal polisi di laut membuat kapal migran tidak bisa memasuki perairan kami," kata Zubil dikutip dari CNNIndonesia.com, Jum'at (12/6).

Mereka pada awalnya adalah bagian dari kelompok 269 orang Rohingya yang mendarat di barat laut Malaysia pada hari Senin lalu, setelah kapal mereka rusak dan tidak bisa kembali.

Menurut Kelompok HAM, para migran tersebut berangkat dari Bangladesh dengan satu kapal tetapi kemudian dipisahkan menjadi dua. Malaysia pun telah berjanji untuk mengirim kedatangan terakhir tersebut kembali ke Bangladesh.

Zubil mengatakan para penyelundup sekarang telah berusaha untuk membawa Rohingya ke Malaysia dengan menggunakan kapal cepat, yang lebih sulit untuk dideteksi daripada kapal pukat yang biasanya mereka pakai.

"Sindikat-sindikat ini menawarkan kepada pemilik kapal cepat untuk membawa para migran ilegal ke negara itu," katanya.

Malaysia sejak lama menjadi tujuan favorit bagi etnis Rohingya yang menjadi minoritas bagian sebagian besar umat Buddha di Myanmar.

Setiap tahunnya, ribuan etnis Rohingya melakukan perjalanan berbahaya mengarungi laut dari Myanmar atau Bangladesh. Malaysia dan negara-negara di Asia Tenggara telah memperkuat patroli maritim dalam beberapa bulan terakhir karena khawatir kedatangan para pengungsi bisa membawa virus.

TAGS:
pengungsi RohingyaMalaysiaimigranvirus corona

RELATED STORIES

Loading interface...