Menanti 'Aksi' Jokowi di Papua

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Menanti 'Aksi' Jokowi di Papua Stop rasisme terhadap masyarakat Papua. (Foto: bbc)

Winnetnews.com -  Hawa 'panas' masih terasa di Papua Barat pasca kerusuhan di Malang, Manokwari, Jaapura, Sorong, dan Fakfak dalam sepekan terakhir. Kericuhan dipicu akibat oknum aparat keamanan melontarkan kata-kata tidak pantas kepada sejumlah mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur jelang perayaan Agustusan 2019.

Berbagai pihak pun turut meredam amarah masyarakat Papua Barat, khususnya Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, selaku pemangku jabatan. Keduanya mengawali permintaan maaf ke publik Papua Barat, baik melalui media massa maupun mendatangi asrama secara langsung meski sempat mendapat penolakan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto juga meminta warga Papua Barat yang ada di provinsi di luar Papua untuk tetap tenang dalam mengatasi persoalan konflik antar daerah ini. Pihaknya berupaya bakal menindak tegas siapapun yang melanggar hukum terkait konflik antar daerah ini.

 

“Memang kita negara hukum, tapi jangan kemudian secara membabi buta Anda mengabarkan sesuatu yang masih prematur. Biarkan aja aparat penegak hukum menangani ini dengan cara-cara yang sangat arif, bijak, dan persuasif, agar tidak menimbulkan masalah lagi,” tegas Wiranto, seperti dikutip beritasatu.com, Rabu (21/8/2019).