Mengapa Gigi Bisa Berlubang dan Cara Mencegahnya
Kesehatan

Mengapa Gigi Bisa Berlubang dan Cara Mencegahnya

Selasa, 17 Mar 2020 | 12:20 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Gigi berlubang atau dalam istilah kedokteran biasa dikenal dengan dental cavity. Sakit yang diakibatkan dental cavity dalam banyak kasus bisa menghambat kegiatan sehari-hari. Tahukah Anda bahwa gigi berlubang adalah hasil dari proses kerusakan gigi yang berlangsung secara terus-menerus dari waktu ke waktu? Dan tahukah Anda bahwa proses ini bisa diputus sehingga gigi berlubang dapat dicegah?

Dalam mulut kita, hidup berbagai macam bakteri. Mereka menempel pada gigi, gusi, lidah, dan sudut lain di dalam mulut kita. Beberapa bakteri bermanfaat namun sebagiannya punya sifat merusak, salah satunya yang berperan dalam proses berlubangnya gigi kita.

Penderita gigi berlubang tidak hanya bisa dialami oleh kalangan anak-anak saja, namun juga remaja, orang dewasa, orang tua, bahkan bayi. Jika tidak dirawat dengan tepat, lubang pada gigi akan terus memburuk, membesar dan memengaruhi lapisan gigi yang lebih dalam. Kerusakan ini dapat menghasilkan sakit gigi yang parah, infeksi, hingga kehilangan gigi.

Proses gigi berlubang dimulai dari terciptanya plak karena setelah mengonsumsi makanan berbahan dasar gula, gigi tidak dibersihkan dengan baik. Kemudian muncullah zat lengket bening yang melapisi permukaan gigi yang disebut dengan plak.

Konsumsi gula dan pati membuat bakteri-bakteri jahat tersebut mengaktifkan zat asam dalam mulut. Zat asam itu menimbulkan lapisan yang disebut plak dan mengeras di permukaan gigi dan garis gusi. Ini lebih kita kenal dengan karang gigi.

Zat asam ini menyerang gigi dengan cara mengurangi mineral yang ada dalam lapisan enamel gigi. Kemudian peristiwa ini menyebabkan erosi gigi dan mengarah pada timbulnya lubang-lubang kecil.

Bakteri dan zat asam ini akan terus mengikis enamel sampai menembus lapisan gigi yang lebih lunak daripada enamel, atau biasa disebut dengan dentin. Dentin memiliki tabung yang berhubungan dengan langsung dengan saraf gigi. Ketika lapisan dentin semakin terkikis, bakteri akan meluas hingga mencapai dan menyerang saraf maupun pembuluh darah yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.

Selain gula dan pati, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko gigi berlubang, yakni:

Lokasi gigi

Gigi berlubang sering terjadi pada bagian belakang (molar dan premolars) daripada gigi bagian depan. Hal ini dikarenakan kedua bagian gigi ini memiliki banyak alur, celah, dan terdapat banyak akar yang berfungsi mengumpulkan partikel makanan. Akibatnya, gigi lebih sulit dibersihkan daripada gigi bagian depan yang lebih halus dan mudah dijangkau.

Kebiasaan ngemil

Bagi yang hobi ngemil kue, es krim, soda, dan makanan yang kadar gulanya tinggi dapat meningkatkan risiko terkena gigi berlubang. Melansir Healthline, gula dapat mengaktifkan bakteri-bakteri gigi memproduksi zat asam yang dapat merusak lapisan luar gigi.

Zat asam ini mengikis mineral yang ada di dalam gigi atau demineralisasi. Peristiwa demineralisasi sebetulnya bisa diatasi oleh kandungan mineral yang ada dalam air liur. Namun, ketika mengonsumsi terlalu banyak gula dan tidak langsung dibersihkan dalam waktu yang lama, demineralisasi akan berlangsung lebih banyak dari yang bisa diatasi oleh air liur.

Tidak membersihkan gigi dengan baik

Gigi memiliki berbagai celah yang terkadang memang sulit dibersihkan. Sisa-sisa makanan yang bersarang di gigi dalam waktu lama menyebabkan bakteri perusak kian aktif.

Ada beberapa langkah yang benar dalam menyikat gigi seperti dilansir Dental Health Service Victoria.

Pertama, arahkan sikat gigi di sudut 45 derajat ke arah garis gusi. Kedua, gunakan pasata gigi dengan jumlah seukuran kacang. Ketiga, sikatlah gigi dengan gerakan memutar. Lalu, ulangi pada permukaan gigi bagian dalam. Selanjutnya, gunakan gerakan maju  dan mundur ringan pada permukaan gigi. Terakhir ludahkan pasta gigi dan busa yang ada di dalam mulut. Lebih disarankan agar tidak dibilas, karena kandungan fluoride dalam pasta gigi dapat melindungi gigi dari kerusakan.

Jika merasa tidak nyaman, Anda bisa menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride daripada meninggalkan sedikit pasta gigi di mulut.

Mulut kering

Mulut kering disebabkan oleh kurangnya air liur yang melembabkan rongga mulut. Efek samping obat-obatan tertentu, sedang gugup, dan jarang minum air putih adalah penyebab kurangnya produksi air liur. Padahal liur berfungsi untuk menghambat demineralisasi serta membersihkan makanan dan plak dari gigi.

Gangguan pencernaan

Sakit maag dapat menyebabkan asam lambung naik hingga ke area mulut. Peristiwa ini disebut dengan reflux. Pasien gigi berlubang yang disebabkan oleh reflux biasanya akan disarankan untuk melakukan pemerikasaan lambung.

Usia

Kondisi gigi pada orang tua biasanya memang tidak sehat lagi. Seiring waktu gigi orang tua terus mengalami aus dan gusi dapat surut sehingga gigi lebih rentan mengalami kerusakan.

Dokter menyarankan sebaiknya merawat gigi harus dilakukan sejak dini. Tidak perlu menunggu gigi bermasalah baru kemudian konsultasi ke dokter gigi. Gigi yang dirawat sejak dini akan lebih sehat dan bebas dari masalah-masalah dan gangguan kesehatan gigi saat kita dewasa.

Untuk mendapatkan gigi yang sehat, sebenarnya tidaklah sulit. Di bawah ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

  • Menyikat gigi sehabis makan dengan cara yang baik
  • Usahakan menjangkau dan membersihkan seluruh permukaan gigi
  • Menggunakan sikat gigi yang baik, yang lembut dan tak melukai gusi
  • Menggunakan pasta gigi yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan seperti fluoride dan kalsium
  • Menggunkan obat kumur sehabis menggosok gigi untuk membunuh bakteri yang tertinggal di sela-sela gigi.
  • Menghindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin serta makanan yang manis dan lengket di gigi.
TAGS:
gigi berlubangkesehatan gigi

RELATED STORIES

Loading interface...