Mengejutkan! Putra Mahkota Saudi Akui Berperan Bunuh Khashoggi

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Mengejutkan! Putra Mahkota Saudi Akui Berperan Bunuh Khashoggi
Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman sambut kedatangan keluarga Jamal Khashoggi. [Foto: Bisnis]

Winnetnews.com - Sempat menghilang lama, kabar terkini terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki memasuki babak baru. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman yang enggan berbicara selama hampir setahun mengaku berperan dalam pembunuhan Khashoggi.

“Peristiwa itu terjadi di bawah pengawasan saya. Saya menerima semua tanggung jawab atasnya karena terjadi di bawah pengawasan saya,” ungkap MBS –nama panggung Mohammed bin Salman-- dalam sebuah wawancara, seperti dilansir Bisnis dari Frontline PBS.

Meski begitu, MBS bersikeras jika pembunuhan Khashoggi tanpa sepengetahuannya. Dia justru menuduh sejumlah pejabat yang tidak disebutkan namanya lantaran bertindak sendiri.

Sebagai gambaran, Jamal Khashoggi, warga Amerika Serikat (AS) kelahiran Saudi yang juga berprofesi sebagai kolumnis The Washington Post dinyatakan dibunuh oleh sekelompok agen Arab Saudi setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Pembunuhan Khashoggi, yang terkenal kerap melancarkan kritik terhadap pemerintahan Saudi di masa hidupnya, menyeret nama sang putra mahkota.

Pangeran MBS diduga menjadi aktor utama di balik rencana pembunuhan Khashoggi, meskipun pihak Kerajaan Saudi berulang kali membantah keterlibatan sang pangeran. Banyak pembantu dan staf keamanan terdekatnya diketahui terlibat dalam pembunuhan itu.

Beberapa pekan setelah kematian Khashoggi, MBS hanya menyatakan bahwa pembunuhan itu "keji" dan berjanji akan menyelidikinya.

Wawancara oleh koresponden Frontline tersebut diketahui dilakukan pada Desember 2018. MBS menerangkan bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi tanpa sepengetahuannya serta bagaimana timnya dapat bebas menggunakan pesawat jet pemerintah untuk keluar masuk Istanbul saat kejadian.

“Kami memiliki 3 juta pegawai pemerintah. Saya memiliki pejabat, menteri untuk menuruti hal-hal, dan mereka bertanggung jawab, mereka memiliki wewenang untuk melakukan itu," jawabnya berdalih.

Pernyataan sang pangeran hanyalah satu sisi dari laporan baru yang ditampilkan untuk film dokumenter “The Crown Prince of Saudi Arabia” oleh Frontline.

Film dokumenter tersebut, yang bakal mengudara menjelang peringatan satu tahun kematian Khashoggi, juga mencakup cuplikan wawancara dengan Khashoggi yang menyoroti transformasinya dari seorang pendukung menjadi kritikus putra mahkota.

"Saya tidak ingin menjadi pembangkang, tetapi pada saat yang sama, saya tidak ingin kembali ke rumah dan diam saja,” tutur Khashoggi, berbulan-bulan sebelum kematiannya.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...