Menurut Lembaga Penelitian AS, Korea Utara Masih Sembunyikan Pangkalan Rudal
ilustrasi
Internasional

Menurut Lembaga Penelitian AS, Korea Utara Masih Sembunyikan Pangkalan Rudal

Selasa, 13 Nov 2018 | 09:50 | Rusmanto

WinNetNews.com - Sebuah penelitian yang dilakukan lembaga Amerika Serikat melaporkan ada sejumlah pangkalan rudal yang disembunyikan oleh Korea Utara

Melalui hasil penelitian yang dirilis Senin (12/11/2018), Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Washington mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan setidaknya 13 pangkalan rudal yang tak diungkapkan oleh Pyongyang. 

Dilansir AFP, mereka mengungkapkan ada kemungkinan terdapat 20 rudal yang disimpan di sejumlah fasilitas pangkalan tersebut. 

Pangkalan rudal tersembunyi tersebut dikatakan peneliti tersebar di seluruh Korea Utara dan terletak di fasilitas bawah tanah, di dalam terowongan di lembah gunung yang sempit. 

Perangkat peluncuran rudal yang tersembunyi disebut dirancang untuk dapat keluar dari pangkalan dan dengan cepat berpindah ke lokasi yang disiapkan untuk peluncuran. 

"Setiap rudal yang tersimpan di pangkalan-pangkalan tersembunyi itu mampu membawa hulu ledak nuklir," kata salah satu penulis dalam laporan tersebut, Joseph Bermundez, yang juga berwenang dalam program Korea Utara. 

Pangkalan-pangkalan rahasia itu diatur dalam tiga daerah di Korea Utara dengan rudal strategis tersimpan jauh di dalamnya. 

Rudal-rudal yang tersimpan disebut memiliki jarak jangkauan menengah dan mampu menyerang hingga Jepang dan Korea Selatan dengan lokasi peluncuran pada jarak 90 hingga 150 kilometer di utara zona demiliterisasi. 

Pangkalan untuk misil jarak yang lebih pendek tersimpan di lokasi sekitar 30 hingga 88 kilometer dari perbatasan Korea. 

Dalam laporan turut memuat rincian salah satu pangkalan rudal taktis yang diilustrasikan dengan citra satelit komersial, berada hanya 135 kilometer arah barat laut Seoul. 

Hasil citraan satelit tersebut memperlihatkan pintu masuk yang nyaris tidak terlihat dari tujuh fasilitas bawah tanah di pangakalan militer Sakkanmol, terlindungi tanggul batu dan tanah setinggi 18 meter. 

Laporan tersebut disusun peneliti berdasarkan hasil pencitraan satelit, wawancara dengan pembelot, intelijen dan pejabat pemerintah. 

Temuan tersebut dinilai akan semakin meningkatkan keraguan publik atas kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, terutama menyangkut Korea Utara. 

"Ini tidak seperti pangkalan-pangkalan ini telah dibekukan," ujar Viktor Cha, pemimpin program Korea Utara di CSIS, kepada New York Times, yang pertama memberitakan laporan penelitian tersebut. 

"Pekerjaan masih terus berlanjut. Apa yang dikhawatirkan semua orang adalah Trump akan menerima sebuah kesepakatan buruk." 

"Di mana mereka (Korea Utara) memberi kita ( AS) satu situs uji coba dan membongkar beberapa hal lain. Dan sebagai imbalannya mereka mendapat kesepakatan damai," ujarnya. 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Lembaga Penelitian AS Klaim Temukan Bukti Korut Sembunyikan Pangkalan Rudal"

TAGS:
Korea Utararudal

RELATED STORIES

Loading interface...