Miris! Pria Meninggal Saat Operasi Perpanjangan Penis
Kesehatan

Miris! Pria Meninggal Saat Operasi Perpanjangan Penis

Selasa, 1 Agt 2017 | 16:08 | kontributor

winnetnews.com - Sebuah laporan terbaru di jurnal Forensic Sciences menyebut bahwa ada pria 30 tahun asal Swedia meninggal setelah menjalani operasi pembesaran penis. Pria tersebut diketahui menjalani operasi penoplasty di mana lemak disuntikkan ke penis untuk memperpanjang dan memperbesar diameternya.

Apa yang menjadi penyebab kematian sang pria? Menurut Brita Zilg dari Swedish National Board of Forensic Medicine adalah karena ada lemak yang malah masuk ke paru-paru.

Tadinya operasi akan dilakukan dengan tim dokter pertama-tama membedah pangkal penis untuk memperpanjangnya lalu menyuntikkan sekitar 56 gram sel lemak sekaligus. Namun sebelum operasi selesai tiba-tiba saja detak jantung sang pria meningkat tajam, oksigennya berkurang, tekanan darah turun, dan akhirnya mengalami serangan jantung.

Dokter berusaha menyelamatkan nyawa sang pria namun kurang dari dua jam kemudian ia meninggal. Hasil otopsi melihat bahwa ternyata ada lemak yang terbawa oleh darah lalu tersangkut di paru-paru (emboli lemak) membuat sang pria tidak bisa bernapas.

"Emboli lemak menyusul prosedur pembesaran diameter penis setahu kami tidak pernah terjadi sebelumnya... Komplikasi yang pernah diketahui untuk metode ini hanya hilangnya lemak yang sudah disuntikkan dan infeksi lokal," tulis Brita seperti dikutip dari jurnal Forensic Sciences, Selasa (1/8/2017).

Menurut para dokter yang terlibat kemungkinan hal ini terjadi karena prosedur pemanjangan dan pelebaran penis dilakukan di tempat yang sama. Luka dari operasi pemanjangan penis menjadi jalan untuk sel lemak masuk ke dalam darah hingga akhirnya tersangkut di paru-paru.

Dalam kesimpulannya, para dokter memperingatkan agar tenaga medis lain lebih berhati-hati bila ingin mengkombinasikan dua teknik perpanjangan dan pelebaran penis tersebut.

TAGS:
penisoperasipenoplastypangkal penis

RELATED STORIES

Loading interface...