Nadiem Minta Jatah 100 Hari Susun Program Kerja
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim usai rapat dengan Komisi X DPR RI, Rabu (6/11). [Foto: Kompas.com]
Nasional

Nadiem Minta Jatah 100 Hari Susun Program Kerja

Kamis, 7 Nov 2019 | 09:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sejatinya, program kerja (proker) disusun dengan sebaik-baiknya agar dapat terealisasikan dan berhasil diimplementasikan sebagai suatu kesuksesan. Mungkin, proker 100 hari bisa menjadi solusinya, seperti yang dijabarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbu) Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR RI, Rabu (6/11).

"Ya seratus hari itu untuk menyusun, untuk mendengar, untuk belajar dan menyusun rancangan program. Itu maksudnya. Jadi kita tidak bisa terlalu terburu-buru untuk melakukan itu," kata Nadiem di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11) seperti dikutip Detik.com.

Namun, Nadiem memastikan tetap akan menjalankan program Kemendikbud yang sudah ada. Ia meminta publik bersabar menunggu prokernya.

"Tapi tentunya ada beberapa hal-hal yang akan kita bisa laksanakan dulu. Ya mohon kesabarannya untuk menunggu rancangannya," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, permintaan seratus hari itu disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi. Seratus hari tersebut digunakan Nadiem untuk menyiapkan dan merancang sistem pendidikan berbasis teknologi.

"Mas Menteri minta waktu saya. 'Beri waktu saya, Pak, 100 hari untuk menyiapkan dan merancang.' Percaya nggak? Yakin nggak?" kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

Nadiem juga pernah mengungkap rencana 100 hari awal menjadi Mendikbud. Dia mengatakan akan memanfaatkan waktu 100 hari pertamanya untuk mendengarkan masukan dari para pakar pendidikan.

"Saya suka ditanya, 'Apa rencana 100 hari Pak Nadiem?' Saya bilang, 'Jangan panggil Pak Nadiem, panggil 'Mas' aja.' Kedua, saya tidak ada rencana 100 hari, rencana saya 100 hari untuk duduk dan mendengar, berbicara dengan para pakar yang telah berdampak pada pendidikan," ucap Nadiem usai serah terima jabatan (sertijab) di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10).

"Saya di sini bukan untuk jadi guru, tapi jadi murid. Saya mulai dari nol, saya akan belajar sebanyak-banyaknya," sambungnya.

TAGS:
Menteri Pendidikan dan KebudayaanMendikbudNadiem Makarimproker 100 harirapatKomisi X DPR RIkemendikbudPresiden Jokowi

RELATED STORIES

Loading interface...