Nekat Pakai Chemsex untuk Memerkosa, Begini Kata Penyidik Soal Kepribadian Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga (foto: Jawa Pos)
Wellness

Nekat Pakai Chemsex untuk Memerkosa, Begini Kata Penyidik Soal Kepribadian Reynhard Sinaga

Minggu, 12 Jan 2020 | 17:45 | Amalia Purnama Sari
Winnetnews.com - Penggunaan obat bius atau bahan kimia dalam seks (chemsex) belakangan ini menjadi populer setelah kasus Reynhard Sinaga mencuat di media. Kasus Reynhard bisa dikatakan sebgaai topik terpopuler sepanjang pekan ini. Banyak psikolog kemudian menganalisa kondisi kejiwaan Reynhard.

Chemsex atau obat-obatan untuk pesta seks dalam kasus pemerkosaan Reynhar muncul saat persidangan. Para korban mengaku tak sadar setelah Reynhard mencekoki mereka dengan minuman keras. Setelah dilakuakn penyelidikan lebih lanjut, Reynhard mengaku dirinya memberi obat jenis GHB (gamma-hyroxybutyrate) atau obat sejenis.

Obat ini dikenal juga dengan sebutan ‘G’ atau ‘ekstasi cair’. GHB sendiri dikatakan cukup populer di kalangan homoseksual sebagai chemsex. Kaum heteroseks menggunakannya sebagai party drug, untuk menimbulkan efek euphoria dan gairah seks. Belakangan, ‘G’ punya reputasi buruk sebagai date rape drug.

Terkait kondisi kejiwaan sang predator seks, banyak komentar yang menyoroti bahwa Reynhard cenderung merasa tidak bersalah setelah dijatuhi vonis dari pihak berwajib. Penyidik bahkan menyebutnya sebagai psikopat dan sosiopat.

Kondisi kejiwaan lain yang diteliti dari Reynhard adalah bahwa dia memiliki kepribadian narsistik, yakni kondisi mental yang dicirikan dengan kebutuhan akan perhatian dan kekaguman berlelbih. Tudingan ini muncul setelah beberapa pihak menyebut dirinya punya banyak kekasih.

Namun, di balik topeng kepercayaan diri Reynhard, Mayo Clinic menyebut jika Reynhard sebenarnya sangat rapuh dan harga diri yang cenderung lapuk jika menerima kritik sekecil apapun.

TAGS:
kesehatan jiwagangguan mentalmasalah kejiwaanmasalah mentalReynhard Sinagamanchesterpredator seksualkekerasan seksual

RELATED STORIES

Loading interface...