Ngaku Diculik dan Dilatih Teroris, Ternyata YO Cuma Kehabisan Uang Setelah Kunjungi Pacar
Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Pol. Martinus Sitompul/Foto: Zool WNN
News

Ngaku Diculik dan Dilatih Teroris, Ternyata YO Cuma Kehabisan Uang Setelah Kunjungi Pacar

Jumat, 28 Apr 2017 | 20:55 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Setelah sebelumnya diberitakan bahwa adanya pemuda berinisial YO yang mendatangi Mapolres Jakarta Barat dan mengaku telah diculik serta dilatih di kamp teroris di Salatiga, Jawa Tengah, Mabes Polri akhrinya memastikan bahwa YO telah berbohong. Kepastian itu didapatkn setelah aparat Mapolres Jakarta Barat melakukan pemeriksaan. Hasilnya, YO hanya kabur dari rumahnya dan kehabisan uang setelah mengunjungi kekasihnya di Karawang, Jawa Barat.

"Hasil pemeriksaan (psikologis) dia normal, tapi dia berbohong. Karena ternyata dia kabur dari rumahnya, terus punya pacar di daerah Karawang, kehabisan uang," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Martinus Sitompul, Jumat (28/04/2017).

Martinus kembali melanjutkan, setelah kehabisan uang, YO mendatangi Mapolres Jakarta Barat dengan keadaan linglung dan lapar pada hari Rabu (26/4) lalu. YO kemudian diberikan makan oleh petugas piket dan dimintai keterangan pada pukul 10.00 WIB. Dia mengaku telah diculik kelompok teroris dan di bawa ke kamp pelatihan di daerah Salatiga, Jawa Tengah. Dari pengakuannya, anggota polres Jakarta Barat telah berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror.

Martinus menjelaskan, YO bisa berkata-kata seperti itu karena sering membaca tentang tempat dan kondisi di kamp pelatihan militer kelompok teroris. Menurut Martinus, belum ada indikasi bahwa di Pulau Jawa terdapat tempat pelatihan teroris.

Orang tua dari YO pun telah dipanggil oleh kepolisian dan sudah datang ke Mapolres Jakarta Barat. Meski telah membohongi petugas, YO tidak diproses secara hukum, melainkan dipulangkan ke kampung halamannya di Rangkas Bitung, Banten.

"Enggak (diproses hukum), dipulangkan saja. Orang tuanya sudah datang, mau kita pulangkan," jelas Martinus.

Sejauh ini, menurut penjelasan Martinus, belum pernah ada motif penculikan oleh kelompok teroris yang kemudian dibawa ke kamp pelatihan. Mereka yang menjadi anggota kelompok teroris adalah memang simpatisan dan didoktrin menggunakan ajaran-ajaran radikal.

"Belum ada (penculikan oleh kelompok teror), itu kan melalui doktrinasi. Itu ya biasanya memang sudah bagian dari pengikutnya," pungkasnya.

TAGS:
Mapolres Jakarta BaratMabes PolriPenculikan dan pemaksaan pelatihan teroris

RELATED STORIES

Loading interface...