NU Yogyakarta Haramkan Acara Talk show ILC

Oky
Oky

NU Yogyakarta Haramkan Acara Talk show ILC Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - NU Yogyakarta mengeluarkan fatwa terkait keharaman menonton tayangan ILC yang mengandung unsur provokatif, SARA dan penyebaran fitnah.

Fatwa tersebut dikeluarkan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (10/8/2018) lalu.

Fatwa ini pun disinyalir ada hubungannya dengan blak-blakannya Mahfud MD dalam acara ILC, terkait kegagalannya meraih kursi Cawapres.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Pinrang, Subair Umam menegaskan, fatwa itu tak ada hubungannya dengan blak-blakannya Mahfud MD di ILC.

"Itu karena fatwa itu dikeluarkan 10 Agustus 2018, sedangkan Mahfud MD diundang setelahnya. Yakni, 14 Agustus 2018," katanya saat dikonfirmasi TribunPinrang.com, Kamis (16/8/2018).

Di sisi lain, ungkap Subair, fatwa itu juga tidak dikeluarkan oleh PB NU. Jadi, secara struktural tidak boleh digeneralkan ke semua jajaran.

"Tentu ada konteks tertentu fatwa itu dikeluarkan. Apalagi keharaman yang dimaksud bukan ILC-nya. Tapi tayangannya yang apabila mengandung unsur provokatif, SARA dan penyebaran fitnah," jelasnya.

Subair menambahkan, sikap NU saat ini sudah jelas, yakni berada pada posisi netral dalam hal politik. Jadi tak patut lagi ada upaya untuk mencampuradukkan NU secara kelembagaan dalam hal politik.

"Kalau secara person silakan. Tapi untuk ikutkan secara institusi dalam politik, itu yang tidak patut. Apalagi, NU sudah menyatakan kembali ke khittah pada 1984," pungkasnya.