Obat Antimalaria Bisa Atasi Virus Corona?
ilustrasi
Kesehatan

Obat Antimalaria Bisa Atasi Virus Corona?

Selasa, 25 Feb 2020 | 06:55 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Setelah melewati serangkaian uji klinis, sejumlah peneliti di Tiongkok beberapa hari lalu mengonfirmasi bahwa obat antimalaria terbukti dapat mengatasi COVID-19 dengan efektif. Obat ini bahkan mungkin sudah bisa digunakan dalam waktu dekat, serta dapat disebarluaskan ke berbagai fasilitas kesehatan yang memerlukannya.

Hingga beberapa pekan terakhir, pencarian obat dan vaksin COVID-19 memang belum menghasilkan titik terang. Namun, siapa sangka, obat yang berpotensi mengatasi COVID-19 justru adalah obat antimalaria yang telah digunakan sejak 70 tahun terakhir. Seperti apa cara kerja obat antimalaria terhadap coronavirus penyebab COVID-19?

Benarkah obat antimalaria bisa mengatasi COVID-19?

image0

Pada salah satu artikel yang diterbitkan di jurnal Cell Research, peneliti dari Institut Virologi Wuhan, Tiongkok, mengungkapkan bahwa ada dua senyawa yang mampu mencegah perkembangbiakan virus dengan sangat efektif. Keduanya yakni chloroquine dan remdesivir.

Chloroquine, atau secara ilmiah dikenal sebagai chloroquine phosphate, merupakan obat yang digunakan untuk menangani malaria. Sementara itu, remdesivir adalah senyawa buatan yang dapat menghambat aktivitas dan mencegah replikasi virus.

Para peneliti melihat potensi obat antimalaria untuk mengatasi COVID-19 saat mereka melakukan uji klinis terhadap pasien di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing. Pasien ternyata berangsur membaik setelah mengonsumsi obat antimalaria secara teratur.

Pasien yang meminum obat antimalaria tidak lagi mengalami demam tinggi. Hasil CT scan paru-paru pun menunjukkan perkembangan dan semakin banyak pasien memiliki hasil negatif ketika diperiksa dengan tes asam nukleat virus.

Selain itu, tubuh pasien yang mengonsumsi obat antimalaria juga mampu mengatasi COVID-19 dengan lebih cepat. Hal ini dialami oleh pasien berusia 54 tahun asal Beijing yang dirawat di rumah sakit setelah empat hari menunjukkan gejala infeksi coronavirus.

Setelah mengonsumsi obat antimalaria selama satu minggu, kondisi pria tersebut mulai membaik dan gejalanya semakin berkurang. Tes asam nukleat virus juga menunjukkan hasil negatif, yang berarti tidak ada lagi virus di dalam tubuhnya.

Tidak lama berselang, peneliti dari Komisi Kesehatan Nasional dan Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok turut melaporkan hasil percobaannya terhadap chloroquine. Mereka menemukan bahwa obat antimalaria ini bisa mengatasi COVID-19 dengan dua cara.

Pertama, chloroquine dapat mengubah kondisi asam dan basa pada sel-sel tubuh yang ditarget virus. Hal ini akan memengaruhi kondisi reseptor sel sehingga coronavirus tidak bisa berikatan dengan sel-sel tubuh ataupun menginfeksinya.

Kedua, chloroquine dalam obat antimalaria bisa merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuannya dalam melawan virus. Senyawa ini bahkan turut meningkatkan respons kekebalan tubuh secara merata, termasuk pada paru-paru.

TAGS:
Coronapenyakitvirus

RELATED STORIES

Loading interface...