Obat Hipertensi Bisa Picu Munculnya Kanker Payudara?

Rusmanto
Rusmanto

Obat Hipertensi Bisa Picu Munculnya Kanker Payudara? ilustrasi
Winnetnews.com -  Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita. Kemungkinan Anda mengidap kanker dapat dikarenakan faktor genetik maupun non-genetik. Faktor tidak non-genetik termasuk makanan, olahraga, atau mengonsumsi zat-zat tertentu, termasuk obat.

Hipertensi adalah kondisi kronis yang sering diobati dengan obat yang disebut antihypertensive agents. Beberapa tipe anthypertesive agents termasuk angiotensin-converting-enzyme (ACE) inhibitors, angiotensin-receptor blockers (ARBs), beta blockers, diuretics dan calcium-channel blockers.

Calcium-channel blocker dapat mengurangi tekanan darah dengan cara mengurangi pemasukan kalsium ke dalam sel otot dalam dinding arteri, sehingga meminimalkan kontraksi otot. Channel blockers termasuk amlodipine (Norvasc), diltiazem (Cardizem LA, Tiazac), isradipine (DynaCirc CR), nicardipine (Cardene SR), nifedipine (Procardia, Procardia XL, Adalat CC), nisoldipine (Sular), and verapamil (Calan, Verelan, Covera-PM).

Benarkah calcium channle blocker dapat memicu kanker payudara?

Penggunaan calcium channel blocker pada jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker payudara dua kali lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan obat tersebut. Dari penelitian terbaru, wanita yang mengalami menopause dan menggunakan obat ini lebih dari 10 tahun berisiko mengidap kanker payudara.

Meskipun obat penurun tekanan darah telah diresepkan pada banyak orang, data mengenai dampak jangka panjangnya sangatlah jarang.

Secara keseluruhan, penggunaan obat antihipertensi tidak dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Tetapi, hasil dari penelitian mengatakan bahwa dari tipe dan durasi terapi antihipertensi calcium-channel blocker dapat dilihat sebagai pemicu risiko kanker payudara. Faktanya, wanita yang telah menopause dan telah menggunakan calcium-channel blocker selama 10 tahun atau lebih memiliki risiko mengidap kanker invasive ductal dan invasive lobular dua kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan obat tersebut dan dibandingkan dengan pasien yang menggunakan obat hipertensi lainnya.

Terdapat bukti yang mengatakan bahwa beberapa obat hipertensi dapat menjadi pemicu risiko kanker payudara. Sebuah studi yang dilakukan pada 3000 wanita menemukan bahwa dari seluruh obat tekanan darah tinggi, hanya calcium channel blocker yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe obat antihipertensi lainnya seperti beta blockers, diuretik, and ARB, tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara, meskipun jika digunakan dalam jangka panjang.