Obesitas Dapat Memperparah Infeksi COVID-19
ilustrasi
Kesehatan

Obesitas Dapat Memperparah Infeksi COVID-19

Sabtu, 21 Nov 2020 | 11:30 | Rusmanto

Bagaimana kegemukan menyebabkan keparahan dan komplikasi dari infeksi COVID-19?

image1

Cate Varney, spesialis obesitas University of Virginia, dalam tulisannya di The Conversation menjelaskan bahwa dampak COVID-19 bisa lebih parah pada pasien obesitas.  

Obesitas membuat tubuh menyimpan banyak kelebihan jaringan adiposa (lemak). Jaringan adiposa yang berlebihan ini dapat membuat tekanan atau kompresi mekanis pada pasien obesitas. Kondisi tersebut membatasi kemampuan pasien untuk menarik dan membuang napas secara penuh.

Dalam kasus yang lebih serius, obesitas bisa menyebabkan sindrom hipoventilasi yang membuat penderitanya memiliki terlalu sedikit oksigen dalam darahnya.

Selain itu, fakta baru menunjukkan peningkatan ACE-2 terjadi di jaringan adiposa daripada di jaringan paru-paru. ACE-2 berperan sebagai reseptor atau pintu masuk bagi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masuk dan membajak sel tubuh. 

Semakin banyak jaringan adiposa yang dimiliki mengakibatkan penderitanya memiliki lebih banyak pintu masuk yang memungkinkan virus menyerang lebih banyak sel dan kemudian merusaknya. Kondisi ini menyebabkan viral load (jumlah virus) SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 lebih tinggi. Hal tersebut yang dapat membuat infeksi lebih parah dan memperpanjang proses pemulihan yang dibutuhkan.

Temuan ini semakin memperkuat hipotesis bahwa obesitas memainkan peran penting dalam infeksi COVID-19 yang lebih serius.

Hal lain yang mendasari perburukan infeksi COVID-19 adalah mereka yang kelebihan berat badan kerap mengalami juga peradangan di dalam tubuhnya. Kondisi ini menambah deret faktor penyebab perburukan gejala peradangan yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul "Dampak Obesitas terhadap Pasien COVID-19"
 

TAGS:
kesehatanobesitasCOVID-19coronavirus

RELATED STORIES

Loading interface...