Pangkas Subsidi Solar Rp 500/Liter, Harga Solar akan Naik

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Pangkas Subsidi Solar Rp 500/Liter, Harga Solar akan Naik

WinNetNews.com - Pemerintah sudah memutuskan memangkas subsidi solar dari Rp1.000 per liter menjadi Rp500 per liter yang akan berlaku pada 1 Juli 2016. Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga solar hingga September 2016.

"Subsidi solar Rp500 per liter karena tiga bulan pertama kemarin kita kan ada saving April, Mei Juni. itu dikompenasikan ke tiga bulan ke depan. Sampai bulan September enggak ada kenaikan harga," kata Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Namun, setelah bulan September lanjut Wiratmaja menjelaskan, harga solar akan dievaluasi dengan melihat harga minyak dunia. Jika harga minyak dunia naik, tidak menutup kemungkinan harga solar pun akan mengalami kenaikan.

"Setelah September kita lihat harga minyak dunia. Kalau seperti sekarang terus masih sekitar USD50 per barel jadi enggak ada kenaikan. Tapi kalau lonjak tinggi baru ada kenaikan," jelasnya.

Dirinya pun menjelaskan alasan subsidi solar dipangkas menjadi Rp500 per liter. "Tentu betul subsidi diturunkan supaya ada kan penerimaan migas turun sehingga anggaran APBN dipotong. Kedua adalah sebagian kita usulkan untuk alokasi dana ketahanan energi arahnya kesana," katanya.

Untuk alokasi dana ketahanan energi, Wiratmaja enggan menjelaskan secara detil. "Masih usulan. belum fix, usulan kita cukup besar. Pak menteri yang sampaikan pemotongan solar saja saving Rp4 triliun dari subsidi. Itu disulkan untuk dana ketahanan energi untuk 2017," tutupnya.