Parlemen Jerman Batasi Pencari Suaka
Internasional

Parlemen Jerman Batasi Pencari Suaka

Sabtu, 23 Jan 2016 | 12:44 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Parlemen Jerman berniat memperketat aturan bagi para pencari suaka dari Maroko dan Aljazair dengan membangun penerimaan satu tempat dan pusat-pusat deportasi sehingga mereka bisa lebih cepat dikeluarkan dari Jerman. Berlin akan memasukkan Aljazair dan Maroko ke dalam daftar “negara-negara aman” sehingga para migran dari kedua negara itu langsung dipulangkan.

Langkah itu diambil setelah pemerintah menerima banyak kritik atas kebijakan buka pintu bagi para pengungsi setelah peristiwa perampokan dan kekerasan seks di Cologne saat malam pergantian tahun baru lalu. Serangan itu diduga dilakukan oleh laki-laki dari Arab dan Afrika Utara.

Di sisi lain, kritikan juga muncul terkait upaya pengusiran migran Maroko dan Aljazair karena penahanan dan penyiksaan kepada para aktivis politik dan serikat buruh Aljazair, serta kebijakan keras Maroko di Sahara Barat. Perubahan sikap Jerman juga dikritik oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia (HAM).

“Kita tidak ingin sekarang karena apa yang terjadi di Paris dan terjadi di Cologne tiba-tiba dikaitkan denga para pengungsi yang melarikan diri karena terorisme, dikaitkan sebagai ancaman keamanan,” kata Direktur Organisasi Internasional untuk Migrasi, William Lacy Swing, Senin waktu Jerman, atau Selasa WIB (19/1).

Jumlah pencari suaka asal Aljazair yang tiba di Jerman meningkat menjadi 2.296 pada Desember dari angka 847 bulan Juni lalu. Sedangkan, pencari suaka dari Maroko naik menjadi 2.896 dari 368 orang. Jerman sebelumnya menyatakan ingin membebaskan sumber daya untuk menolong orang-orang yang melarikan diri dari negara-negara perang seperti Suriah, yang mencakup 40 persen dari hampir 1,1 juta orang yang tiba di Jerman tahun 2015.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

TAGS:
EropaJermanpengungsipencari suaka

RELATED STORIES

Loading interface...