Patut Ditiru Nih! Ini Loh 6 Kebiasaan Orang yang Jarang Sakit

Muchdi
Muchdi

Patut Ditiru Nih! Ini Loh 6 Kebiasaan Orang yang Jarang Sakit ilustrasi tidak merokok ( Photo Thinkstock )

Winnetnews.com - Ada beberapa kesamaan pada mereka yang jarang sakit. Hal yang utama tentu mereka menjalankan gaya hidup sehat. Namun, hidup sehat yang seperti apa?

Menurut penelitian dari National Institutes of Health (NIH), menghindari kebiasaan buruk untuk kesehatan dapat menambah delapan tahun hidup seseorang.

Dikutip dari situs Liputan6 dari laman  Reader's Digest, untuk mengetahui pola hidup yang sehat, ini enam hal yang rutin dilakukan orang yang jarang sakit.

1. Tidak merokok

Menurut penelitian dari American Lung Association, merokok dapat merusak paru-paru. Dianjurkan juga bagi perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok) untuk menghindari area perokok aktif.

2. Rutin berolahraga

Berolahraga adalah salah satu kegiatan baik bagi kesehatan. Menurut penelitian dari NIH, orang-orang yang melakukan olahraga secara rutin detak jantung jadi lebih baik. Hal ini juga yang mendukung mereka untuk memiliki umur yang lebih panjang daripada orang-orang yang tidak berolahraga. Tidak harus berolahraga yang keras, cukup dengan berjalan-jalan, bersepeda, atau berkebun asalkan rutin dilakukan 3-4 kali seminggu.

3. Lebih banyak memakan ikan dan sayuran

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, asam lemak omega 3 dari ikan salmon dan sarden terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. Tidak hanya ikan, menurut penelitian dari Blue Zone, sayuran serta buah-buahan juga dapat melindungi dari penyakit dan membantu menjaga berat badan yang sehat.

4. Sering beraktivitas di luar rumah

Sebuah penelitian dari Environmental Health and Medicine, melakukan kegiatan di luar rumah, seperti jalan-jalan dan olahraga dapat menurunkan hormon stres, menstabilkan detak jantung, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Selalu tidur sebelum pukul 11 malam

"Dengan tidur selama 8 jam, dapat mengalami penurunan berat badan dan berkurangnya hormon stres," kata seorang ahli gizi bernama Shawn Talbott. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari pentingnya tidur bagi kesehatan. Alhasil, banyak yang merelakan waktu tidurnya berkurang.

6. Membatasi penggunaan media sosial

Menurut sebuah penelitian dari Depression and Anxiety, semakin banyak waktu yang dihabiskan di media sosial, semakin besar peluang tidak bahagia. Melihat foto atau membaca status teman membuat seseorang sering membandingkan kehidupannya dan kehidupan teman-temannya.

Jika penggunaan media sosial tidak dapat dikontrol, ini dapat memicu perasaan stres, bahkan bisa depresi. Ada baiknya untuk membatasi penggunaan media sosial, agar hal seperti ini tidak terjadi.

 

 

Penulis : Muchdi
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana