Pembangunan MRT Jakarta Sudah Capai Lebih dari 90%

Rusmanto
Rusmanto

Pembangunan MRT Jakarta Sudah Capai Lebih dari 90% ilustrasi

WinNetNews.com - Progres pembangunan mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, progres konstruksi dari proyek itu sudah mencapai 94,19%.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan progres tersebut mencakup konstruksi secara keseluruhan. Untuk pembangunan jalur bawah tanah sudah mencapai 96,59% dan pengerjaan jalur layangnya mencapai 91,82%.

"Jadi untuk sekarang progres kita 94,19%. Ini kira-kira yang progres yang sedang kita kerjakan. Kemarin saya juga lihat di lapangan kereta itu udah datang bulan April, dan sudah mulai dijalani di track-nya kemarin," kata William di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Kemudian pembangunan untuk dua stasiun besar MRT fase I tersebut juga hampir beres. Yakni pada pembangunan Stasiun Lebak Bulus sudah mencapai 91,82%, sedangkan stasiun bawah tanah Senayan sudah sekitar 96,59%.

Nantinya, kata William pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan moda transportasi lain agar bisa terintegrasi langsung dengan MRT Jakarta. Tak hanya itu, nantinya MRT juga bakal menyediakan bisnis area dalam menyediakan beberapa kebutuhan pengguna MRT.

"Namun kita tidak menyediakan parkir area di beberapa stasiun bawah tanah. Hanya di beberapa stasiun besar seperti Lebak Bulus, Fatmawati, dan mungkin Cipete, supaya masyarakat yang mau naik ini parkirnya di daerah itu saja," jelas dia.

Dia mengatakan dengan beroperasinya MRT ini, maka dapat memberikan pilihan lebih kepada masyarakat untuk menggunakan moda transportasi massa. Selain itu, diharapkan dengan adanya MRT maka bisa menaikkan derajat sebuah Indonesia dalam hal penyediaan transportasi massa.

"Dengan beroperasinya MRT, untuk kita ini adalah bukan hanya momentum untuk Jakarta, tapi juga di Indonesia akan melihat pertama kali, kita akan punya transportasi publik masal yang akan menaikkan status sebuah kota dan negara," katanya. (detikcom)