Pemerintah Ekuador Siapkan Pemakaman Darurat Bagi Para Korban COVID-19 yang Bergelimpangan di Jalanan
Foto: Infobae.com
Internasional

Pemerintah Ekuador Siapkan Pemakaman Darurat Bagi Para Korban COVID-19 yang Bergelimpangan di Jalanan

Rabu, 8 Apr 2020 | 17:35 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pemerintah Ekuador sedang menyiapkan pemakaman darurat hasil sumbangan pemakaman pribadi di Guayaquil, kota terbesar di negara itu. Ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan makam di tengah pandemi virus corona yang menghantam negara Andean itu dengan keras.

Seperti diberitakan SINDOnews, Selasa (7/4), Ekuador mencatat 3.995 kasus virus corona dan 220 kematian, dengan lebih dari 182 kematian yang diduga terkait dengan virus COVID-19. Wabah ini telah memicu kekurangan peti mati, mendorong beberapa orang untuk menguburkan kerabat mereka dalam kotak kardus yang disumbangkan oleh pihak pemakaman.

Konvoi mobil yang membawa peti mati menunggu di luar pemakaman pribadi di seluruh kota pada minggu, ketika keluarga korban menunggu berjam-jam untuk memakamkan kerabat mereka yang meninggal. Rumah sakit dan layanan darurat juga dibanjiri mayat korban virus corona. Kondisi ini memaksa beberapa keluarga menyimpan mayat di rumah mereka selama berhari-hari.

Pekan lalu, otoritas Ekuador mulai menyimpan jasad korban virus corona dalam wadah pendingin raksasa. Pemerintah Ekuador bertujuan untuk mengubur sekitar 100 jasad sehari di pemakaman di utara Guayaquil yang memiliki kapasitas sekitar 2.000 bidang tanah.

Jorge Wated, yang mengkoordinasikan tanggapan pemerintah terhadap penanganan korban meninggal mengatakan, pemerintah akan melakukan pemakaman mandiri dan menerbitkan panduan di internet untuk memastikan kerabat tahu di mana orang yang mereka cintai dikuburkan.

"Di pemakaman, mereka akan dimakamkan orang per orang, tanpa membebankan biaya kepada keluarga," kata Wated seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/4).

Otoritas Kota Guayaquil juga mengatakan akan menyiapkan dua pemakaman umum dengan kapasitas untuk menangani sekitar 12.000 bidang tanah.

Presiden Ekuador, Lenin Moreno pekan lalu mengungkapkan, sekitar 3.500 orang dapat meninggal akibat virus corona di Provinsi Guayas, epicentrum bagi 68% kasus virus corona di negara itu dan wilayah di mana kota Guayaquil berada.

Menurut Sekolah Tinggi Perawat Guayas, di antara korban tewas sejauh ini tercatat ada tujuh perawat, menambahkan sekitar 147 perawat yang sebelumnya telah terinfeksi, serta 120 telah mengundurkan diri karena takut tertular.

"Setiap hari, jumlah staf menurun," kata Lilia Triana, Presiden Organisasi Perawat Ekuador.

TAGS:
Ekuadorvirus coronakematianPemakamanpeti matiLenin Moreno

RELATED STORIES

Loading interface...