Pemerintah Larang Penggunaan Plastik, Masyarakat Sudah Siap?
via smartforfuture.com
Opinion

Pemerintah Larang Penggunaan Plastik, Masyarakat Sudah Siap?

Jumat, 27 Des 2019 | 11:10 | Eirene Alarita

Winnetnews.com - Menurut kalian, berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan setiap tahunnya? 1 juta ton? 2 juta ton? Percaya tidak percaya, jumlah sampah plastik yang kita hasilkan setiap tahunnya mencapai 300 juta ton. Sampah-sampah tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat kedua negara penghasil sampah plastik terbanyak setelah China.

Mungkin penggunaan sampah plastik berlebih merupakan hal yang kita anggap 'wajar', mengingat hampir seluruh barang yang kita lihat terbuat dari plastik. Namun, tahukah kalian kalau ada beberapa negara yang sudah melarang penggunaan plastik? Negara China, misalnya. 

Negara tirai bambu tersebut sudah melarang masyarakatnya menggunakan plastik untuk mengurangi polusi yang disebabkan oleh plastik. Mungkin jika cara itu berhasil, apakah Indonesia akan menduduki peringkat pertama negara penghasil sampah plastik terbesar? Lalu apakah pelarangan penggunaan plastik perlu diberlakukan di Indonesia? 

Rasanya hal itu belum mungkin dilakukan sekarang ini, mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu menggunakan plastik untuk segala hal termasuk hal-hal sepele seperti pembungkus makanan. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang jika dipikirkan akan menimbulkan pertanyaan lain. Jadi alangkah lebih baik jika kita bersama-sama mencari solusi yang sebenarnya.

Tanpa melarang penggunaan plastik, kita juga bisa kok mengurangi jumlah sampah plastik. Cara yang paling efektif adalah : menggunakan plastik lebih dari sekali atau yang lebih dikenal dengan reuse

Plastik diciptakan tahan lama dan memakan ratusan tahun untuk bisa didaur ulang. Namun, dengan menggunakan plastik yang sama berulang kali, kalian bisa bayangkan kan berapa banyak polusi plastik yang bisa kita kurangi.  

Beberapa cara yang bisa kita ikuti dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari misalnya: menggunakan kantong plastik lebih dari sekali, menggunakan sedotan dari bahan selain plastik, menggunakan kotak makan untuk membeli makanan, dan membeli produk plastik berkualitas bagus agar tidak cepat rusak.

Dengan mengikuti cara-cara tersebut, kita bisa bersama-sama mengurangi sampah plastik dan menurunkan Indonesia dari peringkat kedua negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia! 

Yuk kita bersama-sama melakukan solusi yang sebenarnya. Bukan melarang penggunaan plastik, melainkan menggunakannya berulang kali. Dengan begini, pemerintah tidak perlu melarang penggunaan plastik dan masyarakat tidak perlu pontang-panting kesusahan mencari penggantinya.

 

---------------
Eirene Alarita adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

TAGS:
sampah plastikPenggunaan Plastik

RELATED STORIES

Loading interface...