Pengamat: Peluang Anies Menang di Pemilu Mendatang Nol
via Pinter Politik
Politik

Pengamat: Peluang Anies Menang di Pemilu Mendatang Nol

Rabu, 1 Jan 2020 | 09:10 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak berpeluang untuk menang pemilu di Indonesia, baik Pilkada maupun Pilpres di masa mendatang. Bukan tanpa alasan, Anies dianggap tak memiliki faktor-faktor yang bisa menolong elektabilitasnya. 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai Anies juga bakal menghadapi kesulitan mendapatkan kendaraan partai politik untuk maju dalam pemilu di masa mendatang. 

"Hubungan Anies dengan PKS dan Gerindra yang mengusungnya dalam Pilkada DKI saat ini mulai renggang," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (31/12), dikutip dari Katadata.co.id.

Menurut Ray, hubungan Anies dan PKS yang makin berjarak, terkait dengan posisi wakil gubernur DKI Jakarta yang masih kosong hingga saat ini. Padahal, PKS sudah sejak lama mengusulkan dua nama kadernya, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. 

Sementara itu Ray menilai Gerindra memasang jarak dengan Anies karena lebih ingin mendorong kadernya sendiri untuk maju. 

“Satu-satunya Nasdem karena ada hubungan historis, tapi kalau situasinya, cara kerjanya seperti sekarang, kelihatannya sulit,” kata Ray.

Kurang mendapat simpati publik

Selain itu kesulitan mendapatkan kendaraan partai politik, Ray juga menilai Anies akan sulit untuk meraih simpati publik. Sebab, Anies sudah distigmakan berafiliasi dengan beberapa kelompok Islam. 

"Tak mudah bagi Anies untuk bisa mengubah citranya dari kelompok Islam menjadi moderat saat ini. Kalau pun Anies mencoba ke tengah, kelompok kanan akan cabut mencari calon pemimpin baru,” terangnya.

Sementara itu politisi Partai Gerindra Kamrussamad menilai Anies hingga saat ini belum juga menunjukkan kinerja yang baik selama mengelola ibu kota Jakarta. 

“Soal Anies, saya melihat fokus kepemimpinannya tidak jelas,” katanya. 

Kamrussamad menjelaskan, banyak kebijakan Anies terkait pelayanan dasar yang tidak simultan. Di satu sisi, Anies banyak menggelontorkan insentif kepada guru agama di Jakarta. Namun di sisi lain, Anies masih belum optimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini terlihat dari adanya kisah seorang nenek bernama Dian Islamiyati di Cilincing, Jakarta Utara yang berjalan kaki sambil menggendong jasad bayi pada September 2019. 

“Kita juga menyaksikan adanya persoalan manajemen karena kesalahan kebijakan penyusunan anggaran,” kata Kamrussamad. 

Turunkan angka kemiskinan ibu kota

Namun Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memiliki pendapat yang berseberangan. Ia melihat Anies berpotensi untuk maju dalam Pilkada maupun Pilpres mendatang karena menurutnya kinerja Anies terbilang baik selama memimpin Jakarta, salah satunya yaitu turunnya tingkat kemiskinan di ibu kota. 

Tingkat kemiskinan di Jakarta, kata Anthony, menurun menjadi 3,57% pada Maret 2018. Pada September 2018, angkanya kembali turun menjadi 3,55%. 

“Ini karena kebijakan Pak Anies yang berpihak untuk rakyat,” kata Anthony. 

Lebih lanjut, Anthony beranggapan Anies berani untuk mengambil kebijakan yang tidak populis selama menjabat. Salah satunya yaitu bagaimana Anies mau mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani, bahkan mau memberikan sambutan di gereja.

 “Terlepas dari kontroversinya, apa yang dilakukan Anies menunjukkan kepribadiannya sebagai pemimpin,” ucapnya. [kdt]

 

TAGS:
Anies BaswedanpemiluPilkada

RELATED STORIES

Loading interface...