Penghargaan! Empat Polisi Penembat Pelaku Teror Polda Sumut Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Penghargaan! Empat Polisi Penembat Pelaku Teror Polda Sumut Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

WinNetNews.com - Sebanyak empat personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) yang menembak pelaku teror dan penyerangan pos jaga pada Minggu (25/6) dinihari menerima kenaikan pangkat luar biasa.

Kenaikan pangkat empat personel kepolisian itu dilakukan upacara korps raport di Lapangan Karel Sasuit Tubun Markas Polda Sumut di Medan, Kamis.

Selain itu, Polda Sumut juga memberikan penghargaan kepada tujuh personel kepolisian karena membantu melumpuhkan pelaku teror yang dilakukan menjelang Idul Fitri tersebut.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, kenaikan pangkat luar biasa dan penghargaan itu merupakan salah satu bentuk apresiasi pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Selain personel yang berprestasi dalam melumpuhkan pelaku teror itu, Polda Sumut juga menaikkan pangkat 177 personel lain berdasarkan hasil pemeriksaan atas kinerja dan pengabdian yang dilakukan.

Dari jumlah itu, dua personel mengalami kenaikan pangkat menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), yakni Kepala RS Bhayangkara Medan Kombes Pol dr A Nyoman Eddy Purnama Wirawan, DFM, Spf dan Pamen Polda Sumut Kombes Pol Yusmeri Ginting.

Kemudian, personel yang naik pangkat menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) 14 orang, Komisaris Polisi (Kompol) sembilan orang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) tiga orang, Inspektur Satu Polisi (Iptu) satu orang, dan Inspektur Polisi Dua (Ipda) 26 orang.

Selanjutnya, Ajun Inspektur Satu Polisi (Aiptu) dua orang, Ajun Inspektur Dua Polisi (Aipda) 73 orang, Brigadir Polisi Kepala (Bripka) 17 orang, Brigadir Polisi 19 orang, dan Brigadir Polisi Satu (Briptu) tiga orang.

Sebelumnya, pada Minggu (25/6) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang tidak dikenal menyerang personel Yanma Polda Sumut Aiptu Martua Sigalinggung yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut.

Akibat penyerangan tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

Namun, kedua pelaku berhasil dilumpuhkan personel Satuan Bigade Mobil (Brimob) yang berjaga di pintu masuk Mapolda Sumut. Seorang pelaku tewas, dan seorang luka tertembak.