Pengibaran Merah Putih di PIK Dibubarkan, Polisi: PPKM Dilarang Berkerumun

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Pengibaran Merah Putih di PIK Dibubarkan, Polisi: PPKM Dilarang Berkerumun
Ilustrasi

Winnetnews.com -  Viral video di media sosial yang menampilkan sekelompok anggota ormas dilarang mengibarkan bendera merah putih di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Pengibaran bendera ini rencananya akan dilakukan oleh organisasi Laskar Merah Putih (LMP) di Jembatan PIK.

Dalam video yang beredar, terlihat personel gabungan TNI dan Polri memblokade jembatan PIK. Perekam video tersebut lalu meyayangkan aksi penghadangan yang dilakukan aparat.

"Nangis di hari kemerdekaan kita dihadapkan dengan situasi seperti ini. Negeri ini mau jadi apa. Ini kami berada di PIK. Tapi malah seperti ini, gimana hari kemerdekaan ini tidak boleh digelar merah putih. Aneh kami hanya sekadar ingin foto aja," kata perekam video dilihat Winnetnews, Rabu (18/8).

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan pembubaran massa itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

"Saat ini masih PPKM yang dilarang berkerumun. Sekarang terjadi penurunan jumlah positif aktif di Jakarta. Kami jaga agar tidak terjadi kenaikan kembali," kata Guruh kepada wartawan.

Guruh menegaskan pihaknya tidak melarang masyarakat mengibarkan bendera. Ia menekankan yang dilarang adalah mengundang kerumunan.

Senada dengan Kapolres Jakut, Wakapolsek Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak mengatakan, acara pengibaran bendera tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu, tidak ada pemberitahuan ke polisi menganai acara itu.

"Dari pihak kepolisian tidak memberikan izin atas kegiatan tersebut dan berpotensi akan menimbulkan kerumunan, sehingga akan muncul klaster baru," kata Arnold.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...