Penurunan Target Penerimaan Pajak, Pemerintah Tak Ingin Ambil Resiko
Menko Perekonomian, Darmin Nasution/Foto: Zool WNN
News

Penurunan Target Penerimaan Pajak, Pemerintah Tak Ingin Ambil Resiko

Selasa, 11 Jul 2017 | 08:05 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Setelah melalui pertimbangan, akhirnya pemerintah menurunkan target penerimaan pajak hanya sebesar Rp. 1.450 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017. Sebelumnya, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp. 1.498,9 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Target ini, oleh Menteri Koordinator Perekononian, Darmin Nasution, dianggap terlalu tinggi. Meski demikian, Darmin mengungkapkan alasan target-target penerimaan pajak dari pemerintah itu.

"Karena pemerintah tidak ingin APBN itu jadi risiko di dalam penilaian market dunia internasional," ungkap Darmin dikutip dari keterangan resmi, Selasa (11/07/2017).

Seperti diketahui pemerintah Indonesia telah meraih peringkat layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat terkemuka internasional yakni S&P, Fitch Ratings dan Moody's. Predikat itu diberikan lantaran pemerintah dianggap mampu meningkatkan kehati-hatian fiskal termasuk kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel.

Darmin mengatakan, penurunan target perpajakan adalah upaya pemerintah mengembalikan APBN menjadi lebih realistis. Hal itu menyusul realisasi penerimaan pajak semester I-2017 yang hanya Rp. 571,9 triliun atau 38,2 persen dari total target di APBN 2017.

"Bayangkan kalau kita tidak turunkan Rp 50 triliun itu. Orang (Investor) juga bisa hitung (tidak capai target). Ini risiko ini. Itu lebih buruk dampaknya jadi kita buka (koreksi) saja," kata Darmin.

TAGS:
Menko Perekonomian Darmin NasutionpajakRAPBN Papbns&pFitch RatingsMoody's Investors Service‎

RELATED STORIES

Loading interface...