Penyebaran Video Anak Salah Sebut Ikan Tongkol Harus Segera Dihentikan!!!

Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono

Penyebaran Video Anak Salah Sebut Ikan Tongkol Harus Segera Dihentikan!!! Foto: Youtube

WinNetNews.com - Dalam beberapa hari ini masyarakat Indonesia dihebohkan beredarnya video percakapan seorang anak siswa Sekolah Dasar yang salah menyebut nama ikan saat ditanya Presiden Joko Widodo. Hal ini sangat disesalkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI berharap penyebaran video ini dihentikan.

"KPAI menyayangkan peredaran materi video anak yang sedang bersama Presiden ini viral secara masif, sebagai bahan tertawaan. KPAI minta segera hentikan peredaran, karena hal itu masuk kategori bully pada anak," ujar Ketua KPAI Asrosun Ni'am Sholeh,Jumat (27/1/2017).

Ni'am mengatakan,KPAI sudah berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk melakukan take down guna menghentikan peredaran konten tersebut.

Kominfo pun menurut Ni'am memberikan respons positif dengan segera mengambil langkah menghapus konten tersebut di sejumlah halaman yang memuat. Namun karena sudah beredar luas, memang akan sulit untuk menghapusnya secara total.

Itu sebabnya, diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk berhenti membantu penyebarannya. Ni'am mengingatkan bahwa penyebaran video tersebut ke publik, apalagi berdampak pada penertawaan dan olok-olok masuk dalam kategori bullying pada anak.

"Itu bukan lelucon. Dengan peredaran video tersebut, si anak akan tertekan secara psikis. Belum lagi akan jadi bahan olok-olok temannya. Jadilah orang yang cerdas dan punya sensititifitas terhadap perlindungan anak. Bayangkan kalau itu adalah anak kita," tegas Ni'am.

Dari sisi psikologi anak, penyebaran video tersebut bisa melahirkan stigma buruk pada si anak dan berdampak pada tumbuh kembang, karena dia merasa dipermalukan. Lebih lanjut, Ni'am mengatakan polisi perlu mengusut siapa yang pertama kali mengedarkannya.

"Agar hal semacam ini tidak dianggap lumrah, sehingga menjadi mati rasa terhadap perlindungan anak. Saatnya polisi tegakkan hukum. Saya secara khusus juga sudah berkomunikasi dengan Dirtipideksus Mabes untuk ambil langkah. Saya yakin polisi punya kemampuan dan komitmen untuk memastikan perlindungan anak," tutupnya.