Perubahan Iklim: Pulau-pulau Kecil Kita Terancam Tenggelam?

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Perubahan Iklim: Pulau-pulau Kecil Kita Terancam Tenggelam? Getty Images via BBC Indonesia

Winnetnews.com - Beragam kejadian yang berkaitan dengan cuaca diperkirakan bakal memaksa 143 juta orang mengungsi pada tahun 2050. Akan tetapi, kenaikan permukaan air laut kini sudah menjadi ancaman nyata bagi negara-negara kecil di kawasan tropis.

Adakah solusi untuk menyelamatkan penduduk negara-negara tersebut?

Seluruh bukti perubahan iklim kini tak dapat disangkal lagi. Namun tanggapan sejumlah negara terhadap situasi itu cenderung politis ketimbang benar-benar menyiasati kondisi yang ada.

Perlawanan terhadap tingkat kesadaran yang rendah itu diperlihatkan sejumlah kelompok seperti Extinction Rebellion. Mereka menggarisbawahi vitalnya peran negara kaya yang kerap dijuluki Global North States.

Negara industri kaya raya yang menjadi pusat sekitar 100 perusahaan multinasional itu dituding sebagai penyebab utama perubahan iklim.

Mereka menolak perjanjian internasional untuk memberi bantuan berarti bagi negara berkembang, meski mereka merupakan produsen emisi bahan bakar fosil terbesar.

Isu pulau yang tenggelam sejak lama dibicarakan sebagai ancaman yang akan dihadapi negara kepulauan kecil.

Faktanya, ancaman itu kini sudah menjadi kenyataan bagi penduduk pulau-pulau itu. Banyak negara kepulauan kecil mengambil kebijakan yang tidak populis untuk memindahkan warga mereka.

Ini adalah kisah tentang Kiritimati di tengah kawasan Pasifik, pulau karang terbesar di dunia.

Perhatian mendalam terhadap kisah mereka bakal meningkatkan perhatian publik terhadap kondisi serupa yang dihadapi negara kepulauan lain, termasuk rendahnya kebijakan internasional atas persoalan ini.