Perusahaan Jepang ini, Akan Bayar Orang yang Mau Kesehariannya Direkam Selama Sebulan
Sumber: Oddity Central
Viral

Perusahaan Jepang ini, Akan Bayar Orang yang Mau Kesehariannya Direkam Selama Sebulan

Kamis, 5 Des 2019 | 16:05 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Data pribadi kita yang berada di beberapa jejaring sosial memang sudah dijadikan uang oleh beberapa perusahaan teknologi besar. Namun salah satu perusahaan IT asal Jepang menginginkan sesuatu yang berbeda. Tidak hanya data online saja yang ingin mereka jadikan uang, tetapi kehidupan nyata kita. Perusahaan ini diketahui akan memberikan bayaran yang cukup besar agar orang-orang mau menyerahkan kehidupan pribadi mereka sehari-hari dan dijual kepada klien mereka.

Dilansir dari Oddity Central, bulan lalu Plasma.inc yang berlokasi di Tokyo, Jepang, membuat sebuah berita menghebohkan dengan mengajak orang-orang untuk bergabung dalam eksperimen yang diberi nama ‘Project Exograph’.

Para partisipan nantinya harus setuju untuk ruang keluarga, kamar mandi, ruang ganti, dapur, dan beberapa daerah lain untuk dipasangkan kamera yang akan merekam segala kegiatan mereka selama satu bulan. Pada akhir eksperimen, rekaman tersebut akan diedit semenarik mungkin, lalu dijual ke beberapa perusahaan.

Eksperimen yang kontroversial ini ternyata sudah berhasil menarik perhatian warga Jepang. Diketahui sudah ada ribuan orang yang mendaftar untuk menjadi bagian dalam Project Exograph.

“Apa yang orang minum setelah mereka selesai mandi, posisi apa yang digunakan ketika mereka menonton TV – kami dapat mengkoleksi itu dan data lainnya,” ujar CEO Plasma. Inc, Hiroki Enno.

“Data online, seperti informasi yang didapatkan saat mereka menggunakan mesin pencarian, sudah diuangkan, tapi kami bisa menggunakan data sungguhan, lalu saya yakin itu dapat digunakan untuk beberapa bidang seperti gaya hidup, penyakit dan mengembangkan obat baru,” tambahnya.

image0

Awalnya perusahaan ini akan memberikan kompesasi sebesar 1,220 dolar Amerika atau sekitar Rp17 juta, yang mana sama dengan subsidi orang-orang berusia 30 tahun yang tinggal di salah satu bangsal khusus di Tokyo. Jumlahnya kemudian ditambahkan menjadi 1,830 dolar Amerika atau setara dengan Rp25,7 juta per orang.

Penambahan kompesansi tersebut terjadi karen abanyaknya kritik yang diterima perusahaan itu karena mengambil untung dari orang-orang yang membutuhkan uang. Pada 10 November 2019, sekitar 500 orang sudah bergabung dalam eksperimen ini.

“Jika artificial intelligence (AI) dan robot dapat melihat progres, lalu orang-orang tidak perlu bekerja dan mereka dapat menyediakan data untuk uang. Mengingat itu, kami susaikan uang berdasarkan permintaan untuk menjaga kesehatan dan level minimal hidup,” jelas Hiroki Eno.

Rasio antara partisipan wanita dan pria sebesar 4:1, di mana rata-rata mereka berusia 20 hingga 30 tahun. Alasan 30-40% partisipan mengikuti eksperimen ini adalah kerena mereka mengincar uang yang dijanjikan, sedangkan yang lain hanya ingin berkontribusi bagi masyarakat.

TAGS:
Project Exographperusahaan ITJepangJual data

RELATED STORIES

Loading interface...