Pilkada 2020 Kian Dekat, Perludem: Presiden Segera PAW KPU
Sumber: Merdeka.com
Politik

Pilkada 2020 Kian Dekat, Perludem: Presiden Segera PAW KPU

Jumat, 7 Feb 2020 | 15:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tak akan lama lagi bakal digelar. Namun, ironi menimpa jajaran komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat sebagai penyelenggara Pemilu, yakni Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wahyu Setiawan beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya dapat menyegerakan Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota KPU Pusat.

Menurut dia, penyelenggaraan Pilkada 2020 memerlukan komitmen optimal kelembagaan KPU menyiapkan kebutuhan.

"Ini bisa saja mengesankan bahwa KPU tidak lah menjadi prioritas perhatian presiden dan persiapan pilkada yang optimal tidak lah terlalu urgen bagi presiden," ujar Titi kepada Republika, Kamis (6/2/2020) seperti dikutip Republika.

Titi berpendapat, makin lama presiden melakukan pelantikan justru dapat memengaruhi pandangan publik terhadap KPU. Hal inilah yang seharusnya diperhatikan presiden agar KPU dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Padahal, kata dia, segala prasyarat pelantikan PAW eks anggota KPU Wahyu Setiawan sudah terpenuhi.

Wahyu Setiawan telah diberhentikan tetap secara tidak hormat oleh presiden berdasarkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang membuktikan Wahyu melanggar kode etik dan pedoman penyelenggaraan pemilu.

Titi mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 di 270 provinsi maupun kabupaten/kota memerlukan komitmen optimal kelembagaan KPU.

Sebagai penyelenggara Pemilu, KPU harus memastikan berbagai kebutuhan persiapan mulai dari penyusunan regulasi, supervisi jajaran daerah, sampai memastikan implementasi berbagai aturan main dilaksanakan konsisten oleh seluruh penyelenggara dan pemangku kepentingan pilkada.

Ia melanjutkan, meski KPU tetap bisa berjalan karena mekanisme kerja yang kolektif kolegial, tapi tentu menjadi kurang optimal. Sebab, mestinya bisa lebih maksimal dengan ada personel yang melengkapi keanggotaan KPU sebanyak tujuh orang sesuai perundang-undangan.

"Menjadi sempurna untuk bekerja bersama menyiapkan pilkada dan melaksanakan tugas-tugas kelembagaan KPU sebagai penyelenggara pemilu," kata Titi.

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Evi Novida Manik berharap pelantikan anggota KPU pengganti Wahyu dapat segera dilantik untuk mengisi kekosongan dalam pengambilan keputusan secara kolektif kolegial.

Sebab, KPU Pusat mengendalikan KPUD di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota apalagi 270 daerah akan menyelenggarakan Pilkada 2020.

"Akan sangat membantu sekali bila disegerakan kekosongan satu anggota KPU bisa segera diisi kembali," kata Evi.

TAGS:
Pilkada 2020perludemKPUWahyu Setiawan

RELATED STORIES

Loading interface...