Polisi Hong Kong Halau Demonstran, Masjid Kowloon Jadi Sasaran Tembak Meriam Air
Awak media tengah memotret Masjid Kowloong, Hong Kong yang menjadi sasaran tembak meriam air polisi Hong Kong untuk menghalau demonstran, Minggu (20/10). [Foto: Kompas]
Internasional

Polisi Hong Kong Halau Demonstran, Masjid Kowloon Jadi Sasaran Tembak Meriam Air

Senin, 21 Okt 2019 | 15:18 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Para penjaga Masjid Kowloon, Hong Kong sesak nafas dan muntah usai rentetan gas air mata dilesakkan aparat kepolisian untuk menghalau ratusan ribu demonstran pro demokrasi yang menuntut Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mundur, pada Minggu (20/10).

Melansir Liputan6 dari Washintong Post, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata dan meriam air setelah para demonstran melemparkan bom molotov ke kantor polisi. Tak hanya itu, demonstran juga membakar barikade bahkan menghancurkan stasiun kereta bawah tanah secara anarkis.

Kepolisian Hong Kong memperkirakan jumlah demonstran mencapai 350 ribu orang, termasuk keluarga, anak-anak dan orang tua, menunjukkan defence movement yang kuat melawan pemerintah.

Demonstran telah memenuhi jalan di daerah Kowloon, yang menjadi pusat perbelanjaan dan hotel-hotel internasional. Beberapa dari mereka juga turut mengibarkan bendera Catalonia sebagai bentuk solidaritas atas protes kemerdekaan di wilayah Spanyol itu.

image0
Aparat kepolisian tembakkan meriam air ke demonstran. [Foto: BBC]

Berbeda dengan demonstrasi sebelumnya, ketegangan lebih terasa pada demo kali ini lantaran bentrokan terjadi di siang hari. Bahkan saat menjelang sore, aksi saling serang terjadi dari kedua pihak.

Kali ini, para demonstran juga menunjukkan peningkatan karena mereka berhasil menggunakan alat-alat listrik untuk mengebor pagar ke permukaan jalan, sebagai barikade kuat untuk menahan polisi.

Pihak berwenang Hong Kong mengatakan kekerasan demonstran telah meningkat. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis tepat setelah tengah malam, pemerintah mengatakan polisi telah mencegat sebuah kendaraan "dengan muatan besar bom molotov," dan "barang-barang yang diduga bahan peledak" ditemukan di sekitar kota. Tidak ada laporan bahwa bahan peledak meledak.

"Masyarakat tidak boleh melanggar hukum dengan berpartisipasi dalam prosesi dan majelis yang tidak sah agar tidak memberi kesempatan pada perusuh untuk melakukan kejahatan," kata pemerintah.

image1
Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengunjungi Masjid Kowloon
usai diserang aparat. [Foto: Hong Kong Free Press]

Protes kian memanas dan berubah menjadi penolakan komprehensif terhadap para pemimpin Hong Kong. Banyak orang mengatakan bahwa mereka hanya bertindak demi kepentingan Beijing, dan membangkitkan kembali permintaan untuk pemilihan langsung di wilayah semiotonom.

"Kami tidak peduli apakah mereka akan menyetujui demo atau tidak. Perjuangan kami untuk keadilan dalam menghadapi tirani terus berlanjut," kata Victor, 24, yang kembali ke kota asalnya dari Selandia Baru untuk berpartisipasi dalam protes. "Gerakan ini menyebar ke mana-mana, di seluruh dunia."

Protes hari Minggu terjadi beberapa hari setelah pemimpin Front Hak Asasi Manusia Sipil, Jimmy Sham, diserang oleh sekelompok pria yang memegang palu di lingkungan Mong Kok.

TAGS:
Hong KongMasjid Kowloongas air matameriam airdemonstran

RELATED STORIES

Loading interface...