PPP Rujukan, Kubu Humphrey Disambut Baik Kubu Romi
Mukernas ke-5 PPP digelar di Grand Sahid Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu dan Minggu (14-15/12). [Foto: Law-justice.co]
Politik

PPP Rujukan, Kubu Humphrey Disambut Baik Kubu Romi

Senin, 16 Des 2019 | 10:34 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Dualisme di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat mencuat beberapa waktu lalu kala Muktamar digelar di dua tempat berbeda yang menghasilkan dua kubu, yakni Muktamar Jakarta dipimpin Humphrey Djemat dan kubu Muktamar Surabaya yang diketuai Romahurmuziy (Romi) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Arsul Sani.

Partai berlambang Ka’bah ini memang sempat bersitegang perihal dualime kepemimpinan meski berdiri dalam satu Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Namun, PPP yang kini dipimpin Suharso Monoarfa tak menampik jika telah bersatu kembali atau islah.

Islah itu muncul dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-5 PPP di Grand Sahid Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12). Pada Mukernas ke-5 itu, kubu Humphrey datang beserta para rombongan. Panitia pun menyambut kedatangan kubu Humphrey.

"Tak lupa juga kami menyapa sahabat saya dari ujung sana kelihatan, Bapak Sudarto. Silakan berdiri, Pak," kata Ketua Panitia Pelaksana Mukernas Achmad Baidowi (Awiek) saat sambutan pembukaan Mukernas ke-5 PPP, Sabtu (14/12) seperti dikutip Detik.com.

Sudarto yang disapa Awiek adalah Sekjen Muktamar Jakarta. Mukernas dihadiri oleh 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP. Mukernas juga akan menentukan waktu pergelaran Muktamar PPP. Dalam Mukernas Ke-5 ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP diperintahkan mempercepat pelaksanaan Muktamar IX setelah Pilkada 2020.

"Mukernas V memerintahkan DPP untuk menyelenggarakan Muktamar IX PPP dipercepat pelaksanaannya setelah pelaksanaan Piikada 2020. Untuk waktu dan tempat pelaksanaannya diserahkan kepada DPP PPP dengan mempertimbangkan usulan DPW-DPW yang disampaikan dalam pemandangan umum di Mukernas," kata Awiek saat membacakan hasil dan rekomendasi Mukernas V PPP di Grand Sahid Hotel, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (15/12).

Lalu bagaimana soal islah dua kubu di PPP? Awiek menyebut permasalahan dualisme di tubuh partai berlambang Ka'bah itu sudah selesai. Sebab, kedua kubu disebut kini telah melebur menjadi satu.

"Kami ini melebur. Artinya, yang memang bener-bener kader PPP itu tidak ada masalah, sudah melebur dalam satu kepengurusan," kata Awiek yang merupakan Wakil Sekjen PPP itu.

Kehadiran kubu Humphrey dinilainya sebagai bukti bahwa tak ada lagi dualisme di PPP. Ke depan, tak ada istilah islah dalam muktamar yang rencananya akan digelar seusai Pilkada 2020. Dia pun mempersilakan semua yang merasa kader PPP hadir dalam Muktamar PPP itu.

"Jadi tidak ada istilah muktamar islah. Yang ada Muktamar. Muktamar dilakukan oleh DPP yang diakui negara. Persoalan ada teman-teman yang masih ada di seberang sana ingin bergabung, silakan saja, bergabung mengikuti aturan main yang ditetapkan organisasi PPP, termasuk ketentuan AD/ART," tutup Awiek. [dtc]

TAGS:
partai persatuan pembangunanpppislahHumphrey DjematRomahurmuzydualisme kepemimpinanSuharso Monoarfa

RELATED STORIES

Loading interface...