Prihatin Penolakan Jenazah Perawat, PPNI Jateng Kenakan Pita Hitam
Foto: Detik.com
News

Prihatin Penolakan Jenazah Perawat, PPNI Jateng Kenakan Pita Hitam

Jumat, 10 Apr 2020 | 16:18 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Dalam penanganan virus corona, tenaga medis tentunya menjadi garda terdepan. Sehingga tak sedikit kemudian jumlah perawat yang tertular bahkan meninggal akibat  COVID-19. Salah satunya adalah yang terjadi di Jawa Tengah. Sebagai wujudu duka, para perawat di Jawa Tengah mengenakan pita hitam di lengan.

Dilansir dari Detikcom, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Edy Wuryanto, mengatakan dalam mulai hari ini hingga sepekan, pita hitam akan dipakai oleh para perawat.

Edy menjelaskan, pita hitam tersebut mulai digunakan tangga 10 April hingga 16 April 2020. Selain itu media sosial perawat juga diminta memasang gambar pita hitam sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan.

"Saya meminta teman-teman perawat se-Indonesia memakai pita hitam sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan kami kepada masyarakat umum," kata dia.

Wujud keprihatinan tersebut menyusul peristiwa penolakan jenazah perawat RSUP dr.Kariadi saat akan dimakamkan di dekat makam ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran.

Edy menjelaskan, pihaknya menyayangkan masih adanya stigma negatif soal pasien COVID-19 sehingga terjadi penolakan termasuk dikucilkan di tempat tinggal bahkan ditolak jenazahnya.

"Di Semarang memang sudah ada beberapa yang kos, sama warganya dihindari, mungkin mereka takut ketularan, lalu ada juga beberapa keluarga yang sampai anaknya pun itu mendapat keluhan dijauhi oleh masyarakat. Ya mungkin takut ketularan ya, jadi seolah-olah ada anggapan masyarakat perawat itu membawa virus ya kan, ini stigma yang berlebihan menurut saya," tambah Edy.

Sebelumua, ramai beredar kabar seorang perawat di RSUP dr. Kariadi Semarang meninggal dengan status positif corona. Jenazah sempat ditolak di TPU hingga akhirnya dimakamkan di lingkungan makam Bergota Semarang tepatnya di lingkungan pemakaman dr. Kariadi.

"Jadi akhirnya yang bersangkutan dimakamkan di makam keluarga dr Kariadi, pahlawan Nasional yang namanya diabadikan di RSUP dr Kariadi. Smalam jam 19.00 sampai 20.00-an, itu bukan komplek makam umum tapi lokasinya RSUP dr. Kariadi di Bergota," kata Edy.

TAGS:
PPNICoronaCOVID-19Jawa Tengahjenazah perawat ditolak

RELATED STORIES

Loading interface...