Protes Jusuf Kalla ke IMF
Nasional

Protes Jusuf Kalla ke IMF

Selasa, 17 Nov 2015 | 16:37 | Rusmanto
WinNetNews.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah protes kepada Managing Director of the International Moneter Fund (IMF), Christine Lagarde.

Protes itu lantaran rekomendasi teorinya pernah menjerumuskan ekonomi Indonesia dalam kehancuran pada 1997-1998. Kesalahan ini merupakan pelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menata perekonomian.

"Saya pernah katakan ke Lagarde, kaulah yang menjebloskan ekonomi Indonesia menjadi begini. Kamu membuat teori yang salah, kalau untuk memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga. Itu tidak benar," papar JK di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

JK bilang, pada 1997-1998, antara suku bunga acuan atau BI Rate dengan inflasi saling berkejaran, di mana saat bunga naik, inflasi justru semakin tinggi. Itulah fakta yang diungkapkan JK. "Inflasi waktu itu 70 persen dan suku bunga 60 persen. Akhirnya kita hancur-hancuran," tegas JK.

Ia berpendapat, suku bunga adalah biaya, sehingga apabila suku bunga turun maka inflasi pasti ikut merosot. Dengan suku bunga yang lebih rendah, investasi akan berdatangan. Sebab Indonesia saat ini perlu meningkatkan produktivitas yang berasal dari investasi dan konsumsi dari daya beli.

"Itu adalah kunci kita mengatasi perlambatan ekonomi, karena tidak ada yang bisa bebas dari ekonomi global. Kita perlu menjaga produktivitas dan konsumsi, bersyukur kita punya 250 juta penduduk sehingga daya beli lebih baik dibanding negara lain, sehingga Indonesia tetap menarik dan bisa bertahan," terang JK.

Dengan peningkatan investasi dan daya beli atau konsumsi, JK meyakini, Indonesia dapat mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. "Rencana kita mau tumbuh 7 persen, jadi kita masih butuh 2 persen pertumbuhan ekonomi untuk capai target," kata JK.

disadur dari liputan6  

TAGS:
IMFEkonomi IndonesiaWakil Presiden Jusuf Kalla

RELATED STORIES

Loading interface...